Tuesday, November 26, 2019

Tips Menjelang Event Lari


Tips untuk yang akan ikutan event lari (khususnya yang ikutan kategori jarak jauh seperti HM atau FM) :

  1. Minum air putih yang banyak mulai 5 hari sebelum lomba agar tidak dehidrasi pas hari H.
  2. Puasa minum kopi…. Ya, puasa minum kopi. Tujuan dari puasa kopi adalah membebaskan tubuh dari caffeine. Tujuannya untuk memberikan efek maksimal pada minuman isotonic dan energy gel yang diminum dan dimakan pada saat lomba. .
  3. Jangan terlalu banyak jalan-jalan sebelum hari-H untuk menghindari kemungkinan muscle capek pas hari-H.
  4. Jangan memakai apparel baru di hari lomba; jangan membuat kebiasaan baru pada saat lomba; ikuti saja apa yang sudah dilakukan pada saat latihan.
  5. Baca race book guide. Pelajari letak water station, toilet, parkir, deposit bag, tempat janjian ketemuan ama temen (kayaknya telponan bakal susah soalnya jaringan bakalan overloaded), podium juara (khusus untuk atlet yang yakin juara). Jika perlu, cari tahu letak minimarket atau warung sebagai back-up jika water station kehabisan air.
  6. Pilih makanan untuk carbo-loading dengan baik. Lari jarak jauh memerlukan banyak carbo untuk pembakaran. Pilih karbo-hidrat yang mudah terbakar seperti pasta. Hindari makan steak.
  7. Siapkan barang-barang yang mau dibawa/dipakai semalam sebelum sebelum tidur. Race shirt, sepatu, kaos kaki, bib number, cokelat/gel/pisang, mobile phone (jangan lupa di-charge), topi, kacamata, sun-block, kunci mobil, uang secukupnya, etc. Hindari mencari-cari barang pagi hari sesaat sebelum berangkat lomba. Jika mungkin, hindari menitip barang di deposit counter. Barang-barang yang gak perlu dibawa ditinggal aja di rumah.
  8. Cukup tidur sebelum lomba (7-8 jam) dan beberapa hari sebelumnya (untuk antisipasi sindrom susah tidur pada H-1 race) dan Biasakan juga bangun sesuai dengan jadwal start beberapa hari sebelum hari-H. .
  9. Datang ke titik start lebih awal. Rencanakan dengan matang transportasi ke titik start, akan parkir di mana (waktu yang diperlukan untuk cari parkir), waktu jalan ke titik start, waktu mengantri untuk menitipkan barang dan toilet, etc.
  10. Perhatikan kebiasaan makan/minum untuk menghindari sakit perut dan kebelet pada saat lomba.
  11. Jangan berdiri di titik start terlalu depan agar tidak menghalangi pelari cepat yang ada di belakang kita. No worry, waktunya nanti akan dihitung berdasarkan nett-time, bukan gun-time (kecuali untuk podium).
  12. Run at your own pace.
  13. Jangan jalan berjejer kesamping. Kondisi kayak gini bikin pelari cepat jadi susah nyalip (kecuali kalo jalannya memang lebar dan sedang tidak padat).
  14. Jangan terlalu banyak minum air putih pada saat lomba. Selain menghabiskan jatah air dari sponsor, minum air putih terlalu banyak pada saat lomba berisiko mengakibatkan penurunan konsentrasi natrium dalam darah (hiponatremia) yang bisa mengakibatkan pembengkakan otak. Gejala-gejala hiponatermia: sakit kepala, muntah, lemas yang berlebihan, halusinasi, etc.
  15. Jangan buang sembarangan sisa minuman kita. Buang di tempat sampah yang telah disediakan race organizer atau dekat dengan water station agar gampang dibereskan nantinya.
  16. Minum tablet garam untuk menghindari kram di kilometer 30an ke atas. Bawa energy gel cadangan/cokelat/pisang.
  17. Jangan buang sampah sembarangan.
  18. Appreciate organizer & volunteer yang sudah membantu men-set up lomba. Mengorganisir event lari, apalagi untuk jarak jauh bukanlah pekerjaan yang mudah. Butuh ekstra waktu, tenaga dan dana untuk membuat semuanya jalan. It’s not an easy job. A little thank you note would not harm. If you think running a marathon is easy, try to organize a marathon. Jangan juga maksa panitia untuk men-setup lomba lagi kalo memang lombanya sudah selesai.
  19. Have fun…Perfect race is a mind game. Tidak ada lomba yang sempurna. Selalu akan ada hal-hal kecil yang dapat mengganggu konsentrasi, misalnya antrian parkir, toilet yang jorok, ketemu mantan yang juga ikutan lari, waktu start yang ngaret, pasangan yang digoda sama orang laen, water station yang keabisan minuman, road closure yang enggak sempurna, cuaca yang panas, diklaksonin mobil antri, enggak ada pelari yang good looking/enak diliat, gerombolan pelari yang enggak pake deodorant atau belom gosok gigi karena telat, etc.

Sumber :
https://www.instagram.com/p/B44zarUFMlO/?igshid=1c4xgp6e3v353

Saturday, November 23, 2019

Lari Lusi (Lumpur Sidoarjo) 10K

Pada tanggal 13 November aku mendapatkan berita mengenai Lari Lusi (Lumpur Sidoarjo) 10K yang akan diselenggarakan pada hari Minggu tanggal 1 Desember 2019. Start lari nanti akan dimulai dari Jl Ponti Sidoarjo atau depan Stadion Gelora Delta Sidoarjo, pada pukul 06.00 WIB. Finish juga di lokasi yang sama.

Pendaftaran dibuka mulai 13 hingga 27 November 2019, di Kantor Disporapar Kab Sidoarjo, Jl Sultan Agung Nomor 34 Sidoarjo. Acara ini gratis, dengan syaratnya cuma berbadan sehat.


Lomba Lari Lusi 10K ini menempuh jarak 10 Kilometer dengan start dan finish di depan monumen Ponti, Jl Ponti Depan Stadion Gelora Delta yang akan melewati rute bundaran Taman Pinang, menuju ke arah barat yakni Jl Raya Cemengkalang, Pasar Suko, Graha Kota, pertigaan Sungon Sidodadi, Sepande, Taman Pinang dan tiba di garis finish depan monumen Ponti.

Tahun 2018 lalu lomba lari Lusi (Lumpur Sidoarjo) 10 K juga telah diadakan, dengan diikuti oleh 3.245 pelari, yang melintasi start dari Desa Besuki melintas di Tambak Kalisogo, Kupang, Jemirahan, Dukuhsari dan finish depan kantor Kecamatan Jabon.

Saat itu peserta dari kategori umum diikuti sebanyak 1919 pelari, katagori pelajar 1232 peserta dan katagori atlet profesional 93 atlet. Kategori atlet ini diikuti pelari asing, dari Ethiopia, Tariku Demelash Abera dan pelari asal Kenya James Gikunga Karansa.


Sumber :
http://harianbhirawa.com/ikut-lari-lusi-10k-berhadiah-ratusan-juta/
https://jurnalsidoarjo.com/fun-run-lusi-diikuti-3-245-peserta
https://www.bangsaonline.com/berita/65947/promosikan-pulau-lumpur-sidoarjo-lomba-lari-lusi-10k-diikuti-ribuan-peserta

Tuesday, November 19, 2019

Rahasia Usain Bolt Bisa Berlari Sangat Cepat

Mengapa Usain Bolt Bisa Berlari Sangat Cepat? Ini Rahasianya


Pelari Jamaika, Usain Bolt, menunjukkan dominasinya di Kejuaraan Dunia Atletik 2015 di Beijing, Tiongkok, dengan menjuarai lari nomor bergengsi 100 meter dan 200 meter. Di nomor 100 meter Bolt membukukan waktu 9,79 detik. Sedangkan di nomor 200 meter, dia mencatatkan waktu 19,55 detik.

Dominasinya di dua nomor bergengsi itu membuat Bolt berhak menyandang gelar sebagai manusia tercepat di dunia. Mengapa dia bisa berlari sangat cepat? Apa rahasianya?

Sejak Olimpiade Beijing 2008, Bolt berhasil memenangi setiap lomba lari yang diikutinya di Kejuaraan Dunia maupun Olimpiade. Kecuali satu kali, saat fans Manchester United tersebut kena diskualifikasi karena salah start.

Ketika seseorang yang bukan atlet ingin berlari cepat, mereka biasanya menyetel supaya kaki bisa berlari secepat mungkin. Tak heran jika banyak orang beramsumsi Bolt juga melakukan hal serupa saat membukukan rekor-rekor gemilang, yaitu membuat kakinya bergerak lebih cepat dibanding orang lain. Tetapi ternyata bukan seperti itu.

“Sprinter elite tidak mengayun kaki mereka lebih cepat daripada para pelari rekreasi,” kata Dr. Sam Allen dari Loughborough University, seperti dilansir BBC, Sabtu (29/8/2015).


Usain Bolt (tengah) saat berlomba di nomor final lari 100m final Kejuaraan Dunia Atletik 2015 di Stadion Nasional Beijing, Tiongkok. (23/8/2015). (Reuters/Phil Noble)
Perbedaannya adalah para sprinter papan atas melangkah lebih panjang dan lebih bertenaga. Penelitian menunjukkan pelari amatir sering mencatatkan 50 hingga 55 langkah untuk melahap jarak 100 meter. Adapun sprinter elite mencatatkan sekitar 45 langkah.

“Atlet elite menghasilkan begitu banyak tenaga, karena faktanya mereka secara alamiah punya lebih banyak serat otot. Oleh karena itu, atlet elite jauh lebih sedikit menghabiskan waktu di tanah sebagai hasil dorongan ke ke depan yang lebih cepat,” beber Allen.

Berdasar studi yang dilakukan peneliti yang berbasis di Amerika Serikat, Peter Weyand, ditemukan fakta unik. Saat mencapai kecepatan terbaik, kaki sprinter elite biasanya hanya melakukan kontak dengan tanah selama 0,008 detik. Adapun para pelari amatir sekitar 0,12 detik.

Sam Allen menambahkan para sprinter dunia menghabiskan 60 persen waktu berlarinya di udara (waktu kaki tak menjejak tanah), sedangkan pelari amatir sekitar 50 persen.

Namun di antara para sprinter papan atas, Bolt paling gemilang. Hal itu dipengaruhi tinggi tubuhnya. “Secara genetik tinggi badan Bolt 195 cm. Itu artinya dia tidak bisa berakselerasi di awal lari. Di awal lomba, Anda pasti ingin mengambil langkah-langkah pendek untuk berakselerasi, namun karena begitu tinggi, dia (Bolt) tak bisa melakukannya. Tapi ketika mencapai kecepatan tertinggi, dia punya keuntungan besar dibanding orang lain karena dia melangkah lebih sedikit,” ujar mantan sprinter asal Britania, Craig Pickering.

Bolt biasanya melahap 100 meter dalam 40 langkah. Itu tiga atau empat langkah lebih sedikit dibanding rival-rivalnya. “Langkah panjang adalah perbedaan terbesar antara sprinter bagus yang bisa berlari di bawah 10 detik (di nomor 100 meter) dan sprinter yang tak bisa melakukannya,” imbuh Pickering.

Latihan rutin dan terprogram bagus memang bisa membantu atlet berlari lebih kencang, namun menurut Sam Allen sprinter terbaik selalu diuntungkan oleh kemampuan alamiah mereka. Beruntungnya, Usain Bolt punya itu semua.


Sumber :
https://www.bola.com/ragam/read/2304996/mengapa-usain-bolt-bisa-berlari-sangat-cepat-ini-rahasianya

Monday, November 11, 2019

Cara Cegah dan Atasi Lecet

By. Planet Sports RUN 
15 October 2018


Lecet atau chafing kerap dialami pelari sebagai akibat gesekan kulit tubuh dengan pakaian. Ini tips mencegah dan mengatasinya.

Siapa yang tidak pernah mengalami chafing? Rasa-rasanya hampir tidak ada pelari yang belum pernah mengalaminya. Pada pelari wanita, lecet bisa terjadi akibat gesekan dengan sports bra. Pada pelari pria, lecet bisa terjadi pada dada akibat gesekan dengan baju lari.

Lecet atau chafing dapat dibagi menjadi dua kategori: gesekan kulit dengan kulit (misalnya: antar paha kiri dengan paha kanan) dan gesekan kulit dengan bahan pakaian (saat baju, sports bra, atau pinggiran celana pendek menggesek kulit). Kelembaban yang berlebihan pada kulit, seperti keringat atau hujan, cenderung memperburuk lecet. Dengan kata lain, long run yang dilakukan dalam kondisi panas, lembab, atau hujan menjadi resep mujarab lecet.  Untungnya, hal ini dapat dicegah dan diatasi. Ini caranya:


Mencegah Lecet

Ciptakan lapisan antara kulit dengan pakaian latihan yaitu dengan mengaplikasikan pelembab atau lotion. Ini membuat kulit lebih lembut sehingga membantu mengurangi gesekan. Meski kesannya bertolak belakang dengan fakta bahwa kondisi yang basah meningkatkan risiko lecet, kulit yang kering cenderung lebih rentan terhadap penggosokan daripada kulit yang lembab. Jadi, jangan lupa oleskan pelembab pada area yang sensitif lecet, seperti paha, ketiak, puting (umumnya terjadi pada pria), bawah payudara (yang terkena bagian bawah sports bra), selangkangan, dan punggung bawah.

Langkah kedua adalah memilih pakaian latihan yang tepat yaitu pakaian yang terbuat dari bahan yang membuat kulit dapat bernapas (breathable) dan menguapkan kelembaban (sweat-wicking). Untuk hal ini, disarankan memakai pakaian yang terbuat dari bahan sintetis ketimbang katun. Namun, hal ini pun masih dapat menyebabkan lecet terutama bila bicara soal sports bra. Hindari sports bra yang terlalu ketat karena lebih berpotensi mengiritasi kulit. Bila mungkin, kenakan sports bra yang tanpa jahitan (seamless) karena jahitan juga berpotensi mengiritasi kulit. Untuk pria, sayangnya, bahan sintetis paling bagus pun kadang tak bisa menghindarkan dari runner’s nipple (yaitu saat puting sedemikian lecetnya hingga berdarah). Untuk tindakan pencegahan –dari rasa sakit dan malu– kenakan Hansaplast sebelum lari.


Mengatasi Lecet

Bagaimana bila lecet sudah telanjur terjadi? Ada beberapa cara agar masalahnya tidak bertambah parah. Pertama, saat mandi, pasikan suhu airnya suam-suam kuku. Air panas dapat memperparah lecet dan rasa terbakarnya. Gunakan sabun mandi antibakteri untuk menghalau bakteri yang dapat memasuki kulit terbuka. Selesai mandi, tepuk-tepuk lembut kulit (jangan digosok) dengan handuk hingga kering dan, bila perlu, oleskan salep antibakteri. Setelah itu, kenakan pakaian yang longgar dan nyaman untuk memberi kesempatan kulit bernapas dengan lega.


Sumber :
https://www.planetsports.asia/blog/post/cara-cegah-dan-atasi-lecet

Rahasia Pelari Agar Kakinya Tak Lecet

Ini Rahasia Pelari Agar Kakinya Tak Lecet

Mungkin bagi sebagian orang, menempelkan plester pada daerah kaki yang rawan lecet tampak seperti cara kuno. Namun, penelitian baru dari Stanford University School of Medicine menyatakan, menggunakan plester ampuh mencegah kaki dari lecet yang menyakitkan.

Para peneliti menemukan, para pelari yang menutupi beberapa bagian kaki yang sensitif lecet dengan plester bisa mengurangi kemungkinan kaki lecet hingga 40 persen.


Bahkan, hanya 23 persen dari pelari yang mengalami lecet di bagian kaki, karena menggunakan plester.

Ketimbang tak menggunakan plester, tercatat ada 63 persen pelari yang mengalami lecet kaki akibat pemakaian sepatu.

“Lecet pada kaki terjadi ketika sel-sel kulit menjadi rusak dan terpisah akibat gesekan dari sepatu. Dan plester bisa mengurangi terjadinya gesekan tersebut sehingga kemungkinan terjadinya iritasi kulit menjadi lebih kecil”, kata penulis studi Hibah Lipman, gelar M.D.

Untuk melihat efektivitas penggunaan plester, penelitian ini melibatkan para pelari maraton pria yang rentan mengalami lecet, entah itu karena latihan yang sering atau memakai sepatu baru.

"Saya memutuskan untuk menggunakan beberapa plester di pergelangan sejak minggu lalu, sebab sepatu yang saya pakai selalu membuat kaki saya lecet bahkan melepuh di tempat yang sama setiap waktu," kata Dr Lipman.

Dr Lipman merekomendasikan, untuk mencegah lecet pada kaki akibat pemakaian sepatu, gunakan plester sebelum Anda berjalan, berlari, atau mendaki.

Lakukan juga ketika Anda menggunakan alas kaki baru dan berhenti setelah alas kaki menjadi lebih lentur dan nyaman.

“Lembabkan pula kaki Anda dengan lotion setiap malam untuk menjaga kulit lembut dan mencegah kapalan. Menjaga kuku kaki tetap pendek juga dapat membantu menghentikan lecet di bagian jari,” papar Dr. Lipman.


Sumber :
https://bali.tribunnews.com/2016/04/26/ini-rahasia-pelari-agar-kakinya-tak-lecet.