Monday, May 22, 2023

Apa Beda Sepatu Running, Training dan Casual?

Seiring perkembangan zaman, sepatu sneakers pun berubah menyusaikan teknologi dan kebutuhan. Bila dahulu satu sepatu bisa dipakai untuk berbagai kegiatan, kini hampir tiap olahraga atau aktivitas memiliki jenis sepatunya sendiri. 

Muncullah sepatu lari, training, basket, skateboard, casual, dan masih banyak lagi. Nah, tahukah Anda apa perbedaannya? Biasanya yang sedikit membingungkan adalah beda antara sepatu lari, training dan casual (santai), karena bentuknya hampir mirip. 

Prizka Rahmanisa, Ekin - Product Specialist Nike Indonesia memberikan penjelasan soal perbedaan dari ketiga jenis sepatu tersebut. Adapun penjelasan ini agar Anda tak salah memilih sepatu yang bisa berujung cedera bila digunakan. 

1. Training Sepatu ini digunakan untuk olahraga yang melatih otot-otot di pusat kebugaran, senam atau yoga. Oleh karena itu, kata Prizka, semua sepatu training dirancang untuk gerakan segala arah. "Kalau training kan akan lompat kiri, kanan dan belakang, memiliki gerakan variatif. Nah sepatu training akan menjaga kaki tetap seimbang. Karena itu dia memiliki grip lebih lengket ke permukaan," ujar Prizka kepada Kompas Lifestyle saat Grand Opening Nike Womens di Central Department Store, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (16/8/2017).

2. Running Sepatu running memang dirancang khusus untuk berlari. Terdapat beberapa tipe lagi dalam sepatu lari, seperti trail running  atau lari di permukaan off road dan marathon running atau lari di permukaan datar seperti aspal. Kendati demikian, sepatu lari ini memang didesain untuk satu arah, yakni ke depan. "Sepatu running tidak seperti training yang kaku. Dia lebih lentur," kata Prizka. Daya tahan sepatu lari juga lebih kuat karena dia cenderung menitikberatkan pada lapisan luar. 

3. Casual Untuk sepatu ini memang dirancang untuk santai. Teknologi yang dipakai berbeda dengan sepatu training dan running. "Sepatu ini memang untuk jalan-jalan saja, bukan buat lari atau training," kata dia. Prizka menambahkan ketiga jenis sepatu itu hampir tidak memiliki perbedaan bentuk, karena masing-masing bisa memiliki bentuk serupa. Namun, untuk membedakan dengan cara sederhana bisa dilihat dari bagian atasnya (upper). 

Pada sepatu casual, upper lebih tebal, rigid dan kaku. Selain itu bahan upper lebih beragam, bisa dari kulit dan bahan pendukung lain. Ragam bahan ini karena memang diperuntukkan untuk tampilan, bukan olahraga. "Karena dia kan sehari-hari buat jalan kan," kata Prizka. Sementara itu pada sepatu running upper lebih empuk. Karena memang didesain agar nyaman saat dipakai lari. Untuk sepatu training, beberapa model hampir sama dengan running, tapi rata-rata lebih keras. "Karena dia kan butuh daya tahan lebih tinggi, karena banyak gesekan," kata dia. 

Lantas apakah masing-masing sepatu bisa digunakan untuk aktivitas lain? Prizka mengatakan bahwa itu adalah ide buruk dan bisa membuat Anda cedera. Orang yang beraktivitas training tapi memakai sepatu running misalnya, gerakannya tidak akan semudah saat pakai sepatu training. 

"Dia enggak akan seimbang, lebih licin dan daya tahan sepatunya pun akan jadi lebih pendek dibandingkan dia pakai sepatu yang benar," ujar Prizka. Bagaimana bila seseorang yang melakukan aktivitas lari, tapi memakai sepatu training? Menurut Prizka memang ada beberapa jenis sepatu training yang bisa dipakai lari yang memiliki bantalan lebih tebal 

"Tapi memiliki batas hingga 5 kilometer. Karena daya tahan memang tidak dirancang untuk lari," kata dia. Adapun untuk sepatu casual, Prizka memastikan bahwa jenis itu tidak cocok dipakai untuk lari atau pun training. Risiko orang yang menggunakan adalah cedera. "Karena memang teknologi pembuatan sepatu itu tidak dirancang untuk lari atau training," ujarnya.


Sumber :

https://lifestyle.kompas.com/read/2017/08/18/105947820/apa-beda-sepatu-running-training-dan-casual-?page=all.

Sunday, May 21, 2023

Manfaat Jalan Kaki di Pagi Hari


Manfaat Jalan Kaki di Pagi Hari
22 Juli 2020

Jalan kaki merupakan olahraga sederhana yang dapat dilakukan di mana saja tanpa butuh peralatan apapun. Meski sangat sederhana, jalan kaki setiap hari memiliki manfaat yang luar biasa. Jika dilakukan secara rutin, kamu bisa menikmati beberapa manfaat jalan kaki berikut ini!

Baca juga: Mitos atau Fakta Pengidap Diabetes Dilarang Berolahraga?

1.Menurunkan Berat Badan

Menurunkan berat badan adalah manfaat jalan kaki yang pertama. Berjalan kaki dengan kecepatan sedang selama 30 menit dapat membakar hingga 150 kalori dalam tubuh. Apalagi jika berjalan kaki dikombinasikan dengan diet sehat dan latihan kekuatan, berat badan lebih cepat menurun.

2.Menyehatkan Organ Jantung

Berjalan kaki dengan santai merupakan pilihan baik bagi orang yang memiliki masalah jantung. Berjalan 30 menit di pagi hari dapat membantu menurunkan tekanan darah dalam tubuh. Jika jalan kaki dilakukan secara teratur, maka akan memperkuat jantung dan mengontrol tekanan darah. 

3.Mencegah Stroke

Manfaat jalan kaki selanjutnya adalah mencegah penyakit stroke. Hal tersebut dapat terjadi jika dilakukan 5 kali dalam seminggu, dengan waktu 30 menit setiap sesinya. Berjalan kaki juga dapat membantu pemulihan bagi orang yang mengalami stroke.

4.Menurunkan Risiko Diabetes

Jalan kaki selama 30 menit setiap hari dapat membantu meningkatkan kontrol gula darah serta membantu manajemen insulin pada diabetes Tipe 2. Berjalan kaki akan membuat sel-sel dalam tubuh menggunakan glukosa yang tidak terpakai, sehingga lemak dalam tubuh dapat diolah dengan baik, dan menurunkan risiko obesitas

Baca juga: Waspada, Terlalu Lama Bersepeda Sebabkan Gangguan Prostat

5.Cegah Arthritis dan Osteoporosis

Gaya hidup yang tidak aktif merupakan pemicu utama kaku pada persendian. Jika sudah terjadi, makan gejala akan berkembang menjadi radang sendi. Untuk mencegahnya, sebaiknya lakukan aktivitas fisik ringan, seperti berjalan kaki 5 kali dalam seminggu. Berjalan dapat melatih kekuatan sendi, dengan meningkatkan kepadatan tulang.

6.Menguatkan Otot

Berjalan dapat membantu memperkuat otot-otot kaki. Untuk hasil yang maksimal, kamu bisa berjalan kaki dengan kecepatan sedang hingga cepat. Cobalah untuk mengubah rutinitas yang tadinya bermalas-malasan untuk berolahraga. Selain berjalan kaki, kamu bisa menambahkan latihan penguatan kaki seperti squat dan lunges beberapa kali dalam seminggu agar otot menjadi lebih sehat.

7.Kontrol Kadar Kolesterol

Kolesterol tinggi akan berujung pada masalah jantung yang berbahaya bagi kesehatan pengidapnya. Untuk mengontrol kadarnya, kamu dapat mengikuti gaya hidup aktif, seperti berjalan kaki. Jalan kaki dapat mencegah Aterosklerosis, yang disebabkan oleh arteri yang tersumbat karena penimbunan plak atau kolesterol pada dinding arteri. 

8.Meningkatkan Fokus

Manfaat jalan kaki selanjutnya adalah meningkatkan fokus. Jalan pagi dapat membantu meningkatkan kejernihan mental dan kemampuan untuk berpikir sepanjang hari. Selain meningkatkan fungsi kognitif, berjalan kaki juga dapat membantu seseorang untuk berpikir lebih kreatif.

Hal tersebut dapat terjadi karena olahraga teratur dapat membantu melindungi ingatan dan meningkatkan keterampilan berpikir, karena oksigen dan suplai darah ke otak dipercepat. 

9.Mencegah Depresi

Saat seseorang mengalami perubahan suasana hati, hal tersebut mungkin saja akan menimbulkan banyak gangguan lainnya. Kamu dapat mencegah hal tersebut dengan berjalan kaki. Saat berjalan, endorfin pembunuh rasa sakit akan mengalir dengan baik ke seluruh tubuh. Untuk mendapatkan manfaat yang lebih dalam mengurangi stres, meningkatkan suasana hati, mengurangi kecemasan, serta kelelahan, kamu dapat berjalan kaki selama 30-60 menit setiap hari.


Sumber :
https://www.halodoc.com/artikel/manfaat-jalan-kaki-di-pagi-hari