Sunday, October 4, 2020

Pelari elite Borobudur Marathon 2020

Pelari elite Borobudur Marathon 2020 bakal dites usap dan dikarantina

Jumat, 25 September 2020 15:29 WIB


Panitia bakal menerapkan protokol kesehatan secara ketat bagi pelari elite (elite runner) yang mengikuti lomba lari Borobudur Marathon (BorMar) 2020 di Taman Lumbini, kompleks Candi Borobudur, Magelang, 15 November mendatang, dengan mewajibkan mereka menjalani tes usap (swab) dan karantina sebelum berlomba.

Menurut Panitia Pelaksana Lukminto Wibowo, Jumat, akibat pandemi COVID-19, penyelenggaraan BorMar tahun ini menerapkan model hybrid yaitu kombinasi elite run dan virtual run. Elite run diikuti 30-50 pelari hasil rekomendasi Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI), sedangkan virtual bagi pelari umum di berbagai wilayah Tanah Air.

"Khusus pelari elite yang hadir secara fisik di Borobudur, akan ada protokol kesehatan yang ketat. Begitu datang di bandara, menjalani tes swab, diangkut bus khusus dengan pengawalan petugas kesehatan khusus. Saat di hotel pun dikarantina, pakai masker, dilarang berbaur satu sama lain. Latihan juga seizin panitia," katanya melalui siaran pers yang diterima di Semarang, Jumat.

Luki, sapaan Lukminto Wibowo, menegaskan panitia juga menyosialisasikan protokol kesehatan kepada masyarakat di sepanjang rute BorMar agar mereka memakai masker dan menjaga jarak dari pelari saat menonton.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, rute maraton yang digunakan adalah dua kali rute half maraton. Artinya, selepas start dan pelari mencapai jarak half maraton, mereka akan memutar balik menuju garis finis .

"Kami akan mengagendakan simulasi rute ini bersama Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dengan bersepeda," tambahnya.


5.000 Peserta

Dijelaskan, terkait kepesertaan lomba lari virtual, 2 hari ini panitia membuka pendaftaran. Jumlah peserta masih dalam kisaran 1.000-an.

Jumlah itu tentu ditambah dengan pendaftar yang sejak awal tahun terjaring melalui sistem ballout (undian). Sebelum ada keputusan model hybrid karena wabah corona, panitia telah mengantongi 9.000-an pendaftar dengan mengacu BorMar 2019.

"Kami targetkan ada 5.000 peserta lari virtual yang bisa memilih lomba lari 10 km, half maraton, dan maraton," imbuhnya.

Pada bagian lain, Ketua Yayasan Borobudur Marathon Liem Chie An berharap event yang tetap ditunggu masyarakat Magelang ini mampu menjaga gaung BorMar sebagai ikon lomba lari Indonesia.

Dia pun ingin ajang tersebut mendorong masyarakat dan para pelaku pariwisata di Jateng, khususnya di Magelang, untuk kembali optimistis dan bangkit di tengah pandemi.


Sumber :

https://www.antaranews.com/berita/1747505/pelari-elite-borobudur-marathon-2020-bakal-dites-usap-dan-dikarantina

Juara London Marathon

Kitata sprint menuju finis untuk juarai London Marathon

Minggu, 4 Oktober 2020 20:44 WIB


Pelari Ethiopia Shura Kitata mengalahkan pelari Kenya Vincent Kipchumba dengan sprint menuju finis untuk menjuarai London Marathon 2020, Minggu.

Di hari yang dingin dan basah karena hujan, Kitata, 24, menyalip rivalnya di pengujung lomba untuk finis satu detik di depan Kipchumba dan menyelesaikan lomba dalam dua jam 5 menit 41 detik, demikian Reuters.

Pelari Ethiopia lainnya Sisay Lemma finis ketiga dalam waktu 2:05,35, sedangkan pemegang rekor dunia Eliud Kipchoge mengendur di akhir lomba untuk menelan kekalahan pertamanya di ajang itu sejak 2013.

Kipchoge, yang di penampilannya tahun lalu menjadi satu-satunya pelari yang memecahkan waktu di bawah dua jam, tahun ini hanya mampu finis kedelapan dalam waktu 2:06,49 setelah mengalami kram dan telinga yang tersumbat.

Dengan absennya Kenenisa Bekele karena cedera, Kipchoge menjadi favorit untuk meraih gelar kelimanya di London, namun ia gagal menunjukkan kekuatannya di lomba yang diguyur hujan tanpa henti dan suhu dingin itu.

Dia berada di rombongan hingga separuh jarak lomba dalam waktu kurang dari 63 menit, cukup lambat dibandingkan dengan lajunya di lomba-lomba sebelumnya, tidak terkecuali rekor dunia resminya yang ia catatkan di Berlin dalam waktu 2:01,39 dua tahun lalu.

Lemma dan Tamirat Tola, keduanya memakai topi wol untuk menahan hawa dingin, mulai berlari saat para pesaingnya menyadari jika, mungkin, Kipchoge mengalami kesulitan.

Dan mereka benar. Sang pelari favorit, yang tidak pernah menampakkan indikasi kesulitan di wajahnya, sesekali menunjukkan seringai dan tidak berlari mulus seperti biasanya.

Suatu waktu para pemimpin lomba melaju satu mil dalam lima menit, cukup biasa untuk ukuran pelari elite. Kemudian, seperti yang belum pernah disaksikan sebelumnya selama kariernya, Kipchoge, 35, mengendur dan tertinggal dari rombongan enam pelari dengan sisa jarak tiga mil.

Ketika pelari semakin meningkatkan kecepatannya, persaingan menjadi milik tiga kompetitor ketika mereka berlari bersampingan menuju garis finis di The Mall, yang lebih terlihat lomba 800m ketimbang maraton.

Kipchumba seakan finis pertama ketika ia melaju ke depan, namun Kitata melawan balik untuk menyentuh pita terlebih dahulu.

Kitata, yang finis runner-up di London pada 2018, berterima kasih kepada sang rival yang cedera sehingga ia bisa juara hari itu.

"Kenenisa Bekele membantuku untuk lomba ini dan dia menasehatiku bagaimana untuk lari," kata Kitata. "Saya berlatih di lintasan yang sama, saya sangat senang bisa menang."

Kipchoge telah memenangi 12 dari 13 turnamen maraton yang ia jalani sebelumnya, satu gelar yang ia lewatkan adalah ketika ia finis runner-up di belakang pemegang rekor dunia saat itu di Berlin pada 2013.

"Saya sangat kecewa, saya memiliki masalah dengan telinga kanan saya setelah itu tersumbat, dan kemudian saya kram dan mengalami masalah dengan panggul saya di sekitar 15km terakhir," kata Kipchoge.

"Ini sangat dingin tapi saya tidak menyalahkan kondisi ini dan saya masih akan kembali lagi."

Di nomor putri, pemegang rekor asal Kenya Brigid Kosgei mengalahkan pelari Amerika Serikat Sara Hal dalam waktu 2:18,58 untuk mempertahankan gelarnya.

Hall mencuri podium kedua dengan finis secara impresif, memotong defisit jarak yang sangat lebar di beberapa ratus meter terakhir untuk melewati juara dunia Chepngetich dan finis hampir berbarengan dalam waktu 2:22.01, sedangkan pelari Kenya itu harus puas finis ketiga dengan waktu 2:22,05, margin yang sangat tipis.

Ajang lari tersebut, yang seharusnya digelar April lalu, namun ditunda karena krisis kesehatan global, menampilkan pertarungan sepanjang 19,8 putaran di rute berpagar dalam "biosfer aman terkontrol" di sekitar Taman St. James, dengan garis finis di lokasi biasanya yaitu di The Mall.



Sumber :
https://www.antaranews.com/berita/1764053/kitata-sprint-menuju-finis-untuk-juarai-london-marathon

Tuesday, September 22, 2020

Borobudur Marathon 2020

Ajang para pecinta lari nasional hingga internasional ini akan dihelat pada Minggu, 15 November 2020 di Taman Lumbini, Kompleks Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, keputusan untuk tetap melaksanakan Borobudur Marathon pada tahun ini tidaklah mudah.

Meski sempat ragu untuk melaksanakan, namun dengan pertimbangan yang matang, akhirnya konsep hybrid yang diambil dalam ajang tahun ini.

"Dengan tetap dilaksanakan, harapan kami spirit untuk berlari masih ada. Even ini tidak akan hilang, meskipun dengan cara baru. Sekaligus, ini untuk edukasi, bagaimana kita beradaptasi dengan kebiasaan baru di tengah pandemi," kata Ganjar saat konferensi pers di Puri Gedeh, Selasa (8/9/2020).

Menurutnya, sudah banyak atlet lari nasional yang kehilangan kesempatan untuk mengasah kemampuan dalam ajang lomba lari. Karena pandemi, sejumlah even lari baik nasional maupun internasional dibatalkan.

"Sekelas Moh Zohri saja, yang tiap hari berlatih, tidak bisa tanding tahun ini, Ini sayang. Makanya, ketika kita bisa membuat lomba yang lebih bisa diterima, aman dari sisi kesehatan, harapan kita bisa memberikan ruang pada para pelari menggunakan trek dengan aman untuk tetap berprestasi. Pokoknya, terus berlari meski di tengah pandemi," jelasnya.

Tak hanya pelari, kepastian Borobudur Marathon juga ditunggu masyarakat Magelang dan sekitarnya.

Mereka tidak sabar untuk mendukung penuh even tahunan yang sudah berlangsung empat kali itu.

"Masyarakat Magelang sudah tidak sabar menanti even ini, mereka ingin memberikan dukungan penuh dan sangat antusias. Kami harap, even ini bisa memberikan dorongan masyarakat Magelang melewati pandemi covid-19 dengan baik," ucap Ketua Yayasan Borobudur Marathon Liem Chi An.

Borobudur Marathon 2020 digelar atas kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jateng dengan Bank Jateng dan Harian Kompas.

Diharapkan, even ini dapat mendorong masyarakat dan para pelaku pariwisata di Jateng khususnya di Magelang untuk kembali optimis sekaligus menginspirasi masyarakat di Indonesia untuk bersama-sama bangkit dan membangun keharmonisan.

“Membangun juga optimisme tidak hanya dari sisi atlet, tetapi juga membangun optimisme dari UMKM. Selama 4 tahun berjalan kami sudah membangun Pawone Borobudur Marathon, yang merupakan sebuah komunitas bisnis, pelaku UMKM yang kita tingkatkan kemampuan dan pemasarannya”, ujar Direktur Utama Bank Jateng Supriyatno.

Rencananya elite run hanya akan diikuti secara langsung oleh 30-50 elite runner yang dipilih berdasarkan rekomendasi dari Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) dan telah memenuhi beberapa aspek persyaratan.

Sedangkan untuk virtual run akan diberikan pilihan dalam 4 kategori yaitu marathon, half marathon, 10k dan friendship run.

“Kita tidak hanya pasrah, menyerah pada pandemi, tetapi kita juga tidak mau konyol. Untuk itulah kita memilih pendekatan hybrid ini sehingga Borobudur Marathon 2020 tetap ada gaungnya dan mudah-mudahan impian-impian Borobudur Marathon untuk menjadi event lari tingkat dunia bisa tercapai,’’ ujar Wakil Pemimpin Umum Harian Kompas Budiman Tanuredjo.


Sumber :

https://regional.kompas.com/read/2020/09/09/13544501/borobudur-marathon-2020-digelar-november-dikemas-dalam-bentuk-even-hybrid?page=all

Monday, September 21, 2020

Maybank Marathon Anywhere 2020

Apa itu Maybank Marathon Anywhere?


Sebagai bentuk selebrasi atas penyelenggaran Maybank Marathon yang ke-9 tahun, kami mengundang para pehobi lari untuk bergabung dalam Maybank Marathon Anywhere virtual run challenge  yang akan berlangsung pada 28 – 29 November 2020. 

Virtual run  Maybank Marathon Anywhere hadir dalam kategori 10K, Half Marathon (21K) dan Marathon (42K) yang dapat Anda lakukan secara virtual dari mana pun Anda berada dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.

Dapatkan informasi mengenai program virtual run di laman ini dan jangan lupa mengunjungi Maybank Marathon Anywhere Official Store untuk mendapatkan running jersey* dan merchandise lainnya yang akan melengkapi serunya pengalaman challenge Anda.**

Pendaftaran challenge dibuka Senin, 21 September 2020 pukul 14.00 WIB / 02.00 PM (GMT+7 ) tanpa dikenakan biaya.


MMA - 10K Virtual Run Challenge

MMA - 21K Virtual Run Challenge

MMA - 42K Virtual Run Challenge


Mengapa Bergabung dengan Maybank Marathon Anywhere?

Membuat latihan lari rutin Anda menjadi lebih seru dengan mengikuti virtual challenge dari mana pun Anda berada.


Kenali para pelari yang berasal dari mana pun

Perluas eksistensi kisah tentang pencapaian Anda


Bagaimana Cara Bergabung?

Lakukan pendaftaran dengan menggunakan alamat email, akun google atau akun facebook Anda.

Hubungkan tracking device lari Anda (Nike+, garmin, Polar, dsb.) dengan platform Maybank Marathon Anywhere


Daftarkan diri Anda untuk mengikuti Maybank Marathon Anywhere virtual run challenge yang tersedia dalam kategori 10K, Half Marathon (21K) dan Marathon (42K)

Challenge Anda akan berlangsung pada 28 – 29 November 2020.


Sumber :

https://www.maybank.co.id/maybank-marathon/mma

Saturday, May 30, 2020

Mana yang Lebih Bahaya Malas Olahraga atau Merokok

Malas Olahraga Lebih Berbahaya daripada Merokok 


Aktif berolahraga tak dapat diragukan lagi manfaatnya bagi kesehatan. Bahkan, orang yang tak aktif berolahraga memiliki risiko kesehatan yang lebih buruk daripada merokok, penyakit diabetes dan jantung.

Dokter spesialis jantung Wael Jaber, menyebut studi terbaru mengenai efek tak berolahraga rutin "sangat mengejutkan". Malas berolahraga berkolerasi dengan kematian dini. "Kami belum pernah melihat sesuatu yang diucapkan seperti ini dan seobjektif ini," ucapnya.

Peneliti mempelajari kembali hasil penelitian yang melibatkan 122.007 pasien yang menjalani tes treadmill di Cleveland Clinic antara 1 Januari 1991 dan 31 Desember 2014. Tes tersebut bertujuan untuk mengukur penyebab kematian yang berkaitan dengan manfaat olahraga dan kebugaran.

Sekitar 12 persen peserta memiliki aktivitas olahraga yang paling rendah. Responden yang tidak melakukan hal maksimal pada tes treadmill punya risiko dua kali lipat gagal ginjal. Jika dibandingkan, risiko mereka yang rutin olahraga dengan yang malas, sangat nyata bedanya.

Riset ini terbilang akurat karena tim peneliti terjun langsung untuk meneliti aktivitas olahraga peserta, bukan hanya sekedar menerima laporan. Jaber mengatakan olahraga aerobik direkomendasikan untuk membuat tubuh bugar dan hidup lebih lama.

Riset sebelumnya menyebutkan olahraga terlalu keras mungkin memiliki risiko kematian yang lebih tinggi. Tapi, riset ini berhasil menunjukan hal sebaliknya. "Tidak ada tingkat olahraga atau kebugaran yang membuat kita berisiko," katanya. Ia mengatakan kita bisa melihat dari riset olahraga dengan frekuensi tinggi masih memiliki tingkat kematian yang lebih rendah.

"Dalam riset ini, individu yang paling bugar melakukan yang terbaik," kata Metzl. Untuk itu, ia menyarankan agar kita tak perlu takut lagi untuk berolahraga dengan intensitas tinggi. Risiko yang kita tanggung saat malas berolahraga lebih tinggi.

Manfaat olahraga terlihat di semua usia, baik pada pria dan wanita. Dokter kardiologi, Satjit Bhusri, mengatakan hasil riset ini memperkuat apa yang telah kita ketahui. Menurutnya, gaya hidup pasif berisiko tinggi untuk penyakit jantung. Tapi, ini bisa kita ubah, tidak bersifat sementara.

"Kita ditakdirkan untuk berjalan, berlari, berolahraga. Ini semua tentang bangkit dan bergerak," ucapnya.


Sumber :
https://lifestyle.kompas.com/read/2018/10/22/104542520/malas-olahraga-lebih-berbahaya-daripada-merokok?page=all.

Friday, March 20, 2020

Kapan Sebaiknya Mulai Lari Lagi setelah Ikut Marathon?


Selamat, kamu telah berhasil mengikuti dan menyelesaikan marathon pertamamu. Biasanya beberapa orang akan merasa sangat lelah setelah ikut marathon, namun tak sabar mendaftar pada marathon berikutnya.

Bila itu yang terjadi, pertanyaannya, kapankah kita bisa mulai berlari lagi?

Menurut Susan Paul, seorang pelatih lari sekaligus physiologist dari Orlando, sebenarnya semua tergantung pada kondisi masing-masing.

Beberapa orang menyarankan untuk mengambil satu hari istirahat untuk setiap satu mil yang ditempuh dalam marathon, artinya 26 hari istirahat. Sebagian lain menyarankan satu hari istirahat untuk setiap kilometer, yang berarti 42 hari istirahat.

"Namun kenyataannya tidak ada formula pasti untuk menentukan lama hari istirahat setelah marathon, sehingga panduan paing tepat adalah mendengarkan tubuhmu sendiri," kata Susan.

Kabar baiknya, istirahat di sini tidak berarti kamu tidak bisa lari sama sekali. Ini lebih dimaksudkan untuk beristirahat dari latihan dengan intensitas tinggi seperti latihan kecepatan atau lomba lain selama dua atau tiga minggu. Jadi tidak ada alasan untuk mager di rumah tanpa melakukan aktivitas.

Meski begitu, walau kamu hanya merasa sedikit pegal atau nyeri setelah marathon, sebaiknya beri waktu otot untuk istirahat beberapa hari, karena biasanya ada rasa sakit yang tertunda atau delayed onset muscle soreness (DOMS) yang muncul kemudian.

Rasa nyeri itu sebagai akibat dari kerusakan mikroskopis jaringan otot. Parah atau tidaknya tergantung pada kebugaran seseorang dan bagaimana ia berlatih.

Tingkat nyeri atau pegal menunjukkan seberapa besar kerusakan otot, dan ini mempengaruhi lama waktu pemulihan. Dengan kata lain, semakin besar rasa nyeri yang dirasa, semakin lama pula kamu harus beristirahat.

Sebagai panduan umum, Susan menyarankan untuk beristirahat total tanpa lari selama tiga sampai tujuh hari sehabis mengikuti marathon. Tidurlah dengan baik, makan makanan bergizi, dan nikmati suasana santai.

Setelah itu mulailah melakukan program pemulihan (recovery) aktif. Pemulihan ini dilakukan dengan melakukan latihan olahraga ringan, termasuk lari, bila sudah tidak terasa nyeri.

Olahraga ringan berarti melakukan latihan dalam intensitas rendah, yakni tidak lebih dari 60 hingga 65 persen maksimal detak jantung, dan dalam waktu yang pendek, misalnya kurang dari 60 menit.

Aktivitas ini akan membantu kita pulih lebih cepat daripada hanya diam saja, karena latihan mendorong sirkulasi darah. Sirkulasi yang baik akan mengantarkan oksigen dan nutrisi ke otot, sekaligus membuang sampah metabolisme, sehingga tubuh lebih cepat sembuh.

Jalan kaki, jogging, bersepeda, berenang, atau stretching selama 30 hingga 60 menit dengan intensitas rendah akan mendorong sirkulasi dan mempercepat pemulihan. Pemijatan juga bisa membantu menyembuhkan pegal dan mempercepat sirkulasi.

Meski demikian, Susan menyarankan kita agar tidak berendam atau mandi air panas selama 48 jam setelah marathon.

Air dingin dengan es justru disarankan untuk meminimalkan inflamasi jaringan otot pada 48 jam setelah lari jarak jauh. Selain mandi air dingin, Susan juga menyarankan kita berbaring dengan posisi kaki lebih tinggi.

Baru setelah 48 jam, jika tidak ada cidera, kita bisa berendam atau mandi air panas.

Bila rasa pegal dan nyeri sudah hilang, kita bisa mulai lari dengan kecepatan lambat dan jarak pendek. Jarak dan kecepatan bisa ditambah pada minggu-minggu berikutnya secara bertahap.

Kita juga disarankan untuk mengukur pernafasan dan detak jantung kita. Lari sebaiknya dilakukan setelah detak jantung istirahat atau resting heart rate (RHR) kita kembali normal seperti sebelum mengikuti marathon.

Bila detak jantung meningkat tajam atau kita bernafas terengah-engah saat mulai kembali berlari, maka itu merupakan tanda kelelahan dan artinya kita masih belum pulih dari marathon.

Nah, setelah semuanya normal dan kamu bisa berlari dengan nyaman, maka kamu bisa mempersiapkan diri untuk marathon berikutnya.


Sumber :
https://today.line.me/id/pc/article/Kapan+Sebaiknya+Mulai+Lari+Lagi+setelah+Ikut+Marathon-5RY5my

5 Pemulihan Tepat Setelah Berlari


Berlari menjadi olahraga yang menjadi pilihan banyak orang. Selain murah dan tidak membutuhkan perlengkapan khusus, berlari juga tidak membutuhkan arena tersendiri. Berlari bisa dilakukan di mana saja, di lapangan atau sekadar mengelilingi kompleks perumahan.

Namun, tak bisa dipungkiri, berlari cukup melelahkan dan membutuhkan tenaga yang tidak sedikit. Hal ini sering membuat tubuh terasa tak berdaya seusai berlari. Beberapa orang memilih melakukan terapi pijat atau menambah asupan karbohidrat.

Akan tetapi, hal itu tidak selamanya baik untuk tubuh. Untuk itu, pelari Zoe Romano, yang baru saja selesai melintas di rute Tour de France, membagi tip untuk memulihkan kondisi setelah berlari, seperti dikutip laman Women’s Health Magazine, Senin, 9 September 2013.


1. Air Putih
Pastikan tubuh untuk tetap terhidrasi selama lari. Minumlah sedikit air di sela-sela lari. Tidak hanya itu, minum air setelah lari juga akan membantu proses pemulihan. Sedikit saja tubuh kehilangan berat badan (karena kehilangan cairan melalui keringat) tentu akan mempengaruhi kinerja.

2. Jaga Perut dan Tubuh
Memiliki otot perut yang baik bukan hanya akan membuat seseorang terlihat seksi, melainkan juga membuat lari menjadi lebih optimal. Lemahnya otot perut dan pinggul membuat lari menjadi tidak efisien dan bahkan dapat menyebabkan cedera. Untuk itu, Romano selalu melakukan olahraga ringan, misalnya bersepeda selama 15 menit di malam hari sebelum tidur.

3. Lakukan Olahraga Penguat Otot Kaki
Sering kali kaki terasa pegal setelah berlari. Rasa pegal itu bisa sangat mengganggu hingga berhari-hari lamanya. Untuk itu, ada baiknya melakukan olahraga ringan penguat otot kaki. Hal ini juga menghindari cedera yang berkepanjangan.

4. Pilih Hari Bebas Olahraga
Tidak perlu berolahraga setiap hari. Pilihlan satu atau dua hari untuk terbebas dari olahraga. Jadi, saat memulai kembali hari dengan olahraga, tubuh akan semangat lagi.

5. Lakukan Olahraga Lain
Pemulihan bukan berarti harus terus berbaring di tempat tidur. Tubuh juga bisa kembali pulih jika kita memilih olahraga lain, misalnya berenang. Berenang akan membuat semua otot ikut bekerja. Hal ini juga akan membuat tubuh terasa lebih segar.

6. Tidur
Menurut Romano, tidur merupakan salah satu elemen paling penting dari pemulihan. Jika tidak mendapatkan tidur yang cukup setelah berlari, tubuh akan merasa lelah berhari-hari.


Sumber :
https://gaya.tempo.co/read/512375/5-pemulihan-tepat-setelah-berlari/full&view=ok

Monday, March 16, 2020

Penyebab Nyeri Otot saat Berolahraga


Penyebab nyeri otot saat olahraga bisa disebabkan karena adanya otot yang robek

Nyeri otot saat berolahraga dapat terjadi karena otot Anda belum terbiasa dengan rutinitas latihan
Memulai rutinitas berolahraga memang bukanlah hal yang mudah. Tidak hanya berat untuk mulai meluangkan waktu, berusaha untuk komitmen saat otot-otot terasa nyeri dan pegal saat beradaptasi dengan pola latihan kerap sulit untuk dilakukan.

Faktanya, kebanyakan dari mereka yang mengalami nyeri otot di awal rutinitas olahraga akan menyerah dan memilih untuk mengistirahatkan tubuh hingga olahraga kembali menjadi wacana. Lalu, apakah nyeri otot di awal rutinitas olahraga itu berbahaya?


Nyeri Otot Saat Olahraga

Sakit dan nyeri otot saat olahraga sebenarnya merupakan hal yang umum terjadi, terutama bila Anda termasuk orang yang jarang melakukan aktivitas fisik. Karena jarang dilatih dan digunakan, otot dapat mengalami stres fisik saat Anda memulai kebiasaan berolahraga.

Nyeri otot umumnya akan muncul dalam waktu 24 hingga 48 jam setelah berolahraga. Rasa nyeri muncul karena aktivitas fisik yang dilakukan memberikan tekanan berlebih pada otot.

Selain itu, nyeri otot dan nyeri setelah berolahraga juga dapat terjadi akibat adanya robekan kecil mikroskopis pada jaringan otot. Robeknya otot ini dapat dikategorikan sebagai cedera ringan akibat dari regangan otot ringan pada serabut otot. Meski begitu, kondisi ini umumnya tidak berbahaya dan merupakan bagian dari penyesuaian tubuh terhadap kebiasaan baru Anda.


Fase yang Umum Terjadi

Nyeri atau sakit otot di awal latihan merupakan suatu hal yang biasa dan lumrah terjadi. Bahkan para binarawan juga merasakannya saat sedang berlatih membentuk dan membesarkan otot mereka.

Rasa sakit dan tidak nyaman pada otot hanyalah gejala akibat Anda menggunakan dan memberikan tekanan pada otot-otot yang nantinya akan mengarah pada adaptasi sehingga dapat memperkuat kerjanya.

Namun, mengingat fase adaptasi ini terkadang cukup sulit untuk dilalui sebagian orang, dibutuhkan instruktur atau pemandu untuk meyakinkan dan memberikan penjelasan mengenai apa yang sedang dialami.


Mengatasi Nyeri Otot Setelah Olahraga

Pada dasarnya, para ahli fisiologi olahraga dan pelatih atletik belum menemukan obat mujarab untuk nyeri otot setelah berolahraga. Akan tetapi, ada beberapa perawatan yang dapat dilakukan guna mengurangi atau meredakan nyeri otot, di antaranya:

  • Beristirahat yang cukup
  • Meminum obat pereda nyeri.
  • Makan makanan yang kaya antioksidan. Buah seperti semangka mengandung asam amino yang dipercaya dapat membantu meredakan nyeri otot.
  • Berendam di air dingin. Berendam atau mandi dengan air dingin dipercaya dapat membantu meredakan nyeri otot.
  • Kompres bagian otot yang nyeri dengan air hangat untuk melancarkan peredaran darah dan mengendurkan otot-otot yang terasa kencang.
  • Melakukan gerakan peregangan atau olahraga ringan untuk menjaga otot tubuh tetap aktif. Hal ini penting, khususnya bagi Anda yang ingin membangun atau membesarkan otot.
  • Melakukan aktivitas fisik ringan seperti berjalan-jalan kecil atau berenang jika Anda merasa masih belum sanggup untuk menggunakan otot dengan lebih keras

Meski sedang merasakan nyeri otot, Anda tetap tidak dianjurkan untuk membiarkan otot Anda tidak digunakan sama sekali. Berikan waktu untuk istirahat dengan aktivitas yang ringan dan tidak boleh terus memaksakan otot untuk terus melakukan aktivitas berat.

Pasalnya, untuk membangun otot, dibutuhkan waktu pemulihan setelah latihan yang menyebabkan otot terasa sakit. Inilah sebabnya mengapa para atlet sering melakukan cross-train dan mengubah rutinitas mereka untuk terus menantang dan mengembangkan kekuatan otot mereka.


Perbedaan Nyeri Otot Karena Cedera dan Nyeri Otot Akibat Latihan

Penting pula bagi Anda untuk mengenali perbedaan gejala pada otot yang sakit akibat latihan dan nyeri otot akibat cedera. Rasa sakit yang muncul sebagai cedera biasanya akan menghambat Anda dalam melakukan aktivitas harian yang sederhana. Berbeda dengan rasa nyeri biasa yang relatif tidak menghambat aktivitas sehari-hari.

Rasa sakit di otot ini memang kerap mengganggu dan menghambat sebagian orang yang ingin memulai rutinitas berolahraga. Tetapi, banyak pula yang menikmati fase menyakitkan ini karena menganggap bahwa rasa sakit merupakan tanda bahwa ia benar-benar sedang melatih otot yang akan segera terbentuk sebagaimana ia inginkan.


Sumber :
https://www.sehatq.com/artikel/penyebab-nyeri-otot-saat-berolahraga

Gejala Yang Dialami Saat Berlari


10 Gejala Aneh ini Sering Dialami Saat Berlari

Bagi anda yang rutin berlari atau hanya berolahraga lari sesempatnya saja, tentu ada sejumlah  risiko cedera yang bisa terjadi, seperti runner’s knee (sindrom nyeri lutut akibat lari), fraktur stres, atau plantar fasciitis (nyeri tumit).

Namun, di luar cedera yang umum dialami para pelari ternyata ada beberapa gejala aneh lain pada tubuh yang menyebalkan bahkan menyakitkan yang muncul saat berlari.

Di bawah ini dikutip covesia.com dari laman klikdokter adalah beberapa kondisi “aneh” yang bisa anda alami saat berlari:


1. Rasa seperti logam di mulut

Pernah merasakan mulut seakan ada rasa logam atau darah di dalamnya saat lari jarak jauh? Menurut Josh Sandell, spesialis kedokteran olahraga dan kepala staf klinik terapi fisik dan kiropraktik Orthology, Amerika Serikat (AS), kemungkinan ini terjadi karena anda terlalu memaksakan diri melampaui tingkat kebugaran tubuh.

“Saat anda memaksakan diri, sel darah merah dapat terakumulasi di paru-paru. Lalu, beberapa sel darah merah tersebut (yang mengandung besi) berpindah ke mulut lewat lendir, sehingga anda merasakan rasa aneh seperti logam atau darah di mulut,” kata Josh kepada Shape.

Cara mengatasinya: Jangan langsung lari terlalu cepat. Berikan waktu untuk tubuh beradaptasi dengan intensitas atau beban lari yang baru. Jika intensitas lari anda biasa-biasa saja tapi mengalami gejala sesak napas, lebih baik berhenti dan periksakan diri. Bisa jadi ini merupakan indikasi kerja jantung yang kurang baik.


2. Kaki “tidur”

Kondisi kaki yang “tertidur” umumnya disebabkan oleh saraf yang tertindih di pergelangan kaki atau dekat lutut, yang bisa mengakibatkan kesemutan. Ini umum terjadi saat seseorang duduk. Namun, berbahayakah bila dialami saat berlari? Kabar baiknya, menurut Tony D’Angelo, terapis fisik profesional asal AS, kondisi tersebut berkaitan dengan saraf dan sepatu.

Cara mengatasinya: Cek ukuran sepatu lari anda. Kebanyakan pelari butuh sneakers yang berukuran lebih besar dibanding sepatu untuk berjalan sehari-hari. Ukuran lebih besar ini dibutuhkan untuk memberikan ruang bagi kaki yang melebar saat berlari. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah dengan mengecek jahitan atau bantalan sepatu, atau beralih ke merek lain yang lebih sesuai.


3. Rasa nyeri di antara jari kaki

Dikatakan oleh Josh, nyeri di antara jari kaki biasanya disebabkan oleh sesuatu yang berasal dari luar struktur (ekstrinsik) dalam rutinitas, seperti langkah atau jenis sepatu yang digunakan.

Jika bagian jari kaki terlalu sempit, ini bisa mengerutkan jari kaki dan menyebabkan tekanan pada saraf di sela jari kaki. Akibatnya bisa nyeri atau mati rasa.

Jika nyeri yang dirasakan muncul dari bagian bawah jari kaki, anda mungkin terlalu mengandalkan lari dengan pijakan kaki bagian depan (forefoot), yang menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan yang terakumulasi selama berlari.

Cara mengatasinya: Jika sepatu lari anda sekarang memiliki ruang jari kaki yang terlalu sempit, lebih baik beli sepatu lari baru. Selain itu, cobalah untuk tidak terlalu mengandalkan pijakan kaki bagian depan. Jika memang itu adalah teknik lari andalan anda, jangan memberikan tekanan terlalu jauh ke depan.


4. Rasa sakit pada gigi

Rasa sakit pada gigi saat berlari biasanya dirasakan seperti gigi yang bergoyang tiap langkah. Jika tak ada masalah pada gigi seperti abses gigi, mungkin rasa sakit ini diakibatkan oleh kebiasaan menggemeretakkan gigi secara tak sadar (bruxism).

Meski umumnya kondisi ini terjadi saat tidur, tapi refleks bawah sadar ini juga bisa timbul pada situasi stres, termasuk olahraga. Apalagi jika anda berusaha sekuat tenaga berlari untuk mencapai garis finis. Selain sakit pada gigi, bruxism juga bisa sebabkan sakit kepala, nyeri pada otot wajah, dan rahang kaku.

Cara mengatasinya: Pastikan rahang tetap dalam keadaan relaks saat berlari. Caranya bisa dengan memperhatikan teknik bernapas, atau jika perlu gunakan pelindung mulut (mouth guard).


5. Bengkak pada jari

Aneh memang, tapi ini bisa terjadi, dan tergolong umum. Keadaan ini merupakan respons alami terhadap peningkatan detak jantung, yang menyebabkan tubuh mengirimkan lebih banyak darah ke otot untuk membantu meningkatkan beban kerja.

“Tangan memiliki banyak pembuluh darah yang dapat membesar saat berolahraga. Meningkatnya aliran darah saat lari bisa menyebabkan penggumpalan darah di jari,” kata John Gallucci, terapis fisik dan konsultan kedokteran olahraga untuk altet profesional asal AS.

Lebih rumit lagi, jika anda adalah atlet profesional, jari bengkak mungkin bisa disebabkan karena terlalu banyak minum air (mengakibatkan kadar sodium berkurang dan memengaruhi efisiensi aliran darah). Penyebab lainnya juga bisa akibat Anda kurang terhidrasi sebelum berlari.

Cara mengatasinya: Saat lari, jangan mengepalkan tangan terlalu kencang. Biarkan tangan relaks dan sedikit terbuka. Membuka dan menutup kepalan tangan juga dapat membantu, atau bisa juga dengan mengangkat tangan ke atas kepala untuk membantu sirkulasi. Terakhir, pastikan hidrasi tubuh tetap terjaga sebelum, saat, dan setelah berlari.


6. Bagian dalam telinga terasa sakit

Menurut Josh, sakit pada telinga bagian dalam sering dirasakan pada pelari jarak jauh, khususnya jika berlari saat cuaca dingin atau di ketinggian. Lari di area yang tinggi, misalnya area bukit atau pegunungan, dapat menyebabkan nyeri akibat perbedaan tekanan di luar dan di dalam telinga.

Sementara itu, udara dingin bisa membuat pembuluh darah mengerut, sehingga membatasi membatasi aliran darah ke gendang telinga (yang bisa terasa sakit).

Cara mengatasinya: Selain dengan menutupi telinga dengan topi atau headband, anda bisa mengunyah permen karet saat lari. Gerakan mengunyah dapat meregangkan bagian telinga dalam, hidung, dan saluran yang menghubungkan keduanya untuk membantu menormalkan perbedaan tekanan antara ketinggian dan telinga dalam.


7. Kaki gatal

Sensasi kaki gatal (alias runner’s itch) bisa muncul pada mereka yang melakukan latihan kardio intens, bukan cuma pelari. Sensasi ini bisa menyebar tak hanya di kaki. Jika anda tak memiliki reaksi alergi, kondisi kulit tertentu, infeksi, atau gangguan yang berhubungan dengan saraf, menurut John sensasi gatal ini mungkin disebabkan oleh reaksi alami tubuh terhadap peningkatan denyut jantung saat berolahraga.

“Saat denyut jantung meningkat, darah mengalir lebih cepat, pembuluh kapiler dan arteri di dalam otot juga melebar dengan cepat. Saat olahraga, pembuluh kapiler akan tetap terbuka untuk memungkinkan aliran darah yang cukup.

Namun, pelebaran pembuluh kapiler ini bisa menyebabkan saraf di sekitarnya terstimulasi, lalu mengirimkan peringatan ke otak yang kemudian menganggap sensasi tersebut sebagai gatal,” jelasnya.

Cara mengatasinya: Gatal saat berlari ini bisanya dialami mereka yang baru memulai program olahraga, atau mereka yang sudah lama absen dari latihan kardio. Dengan kata lain, solusinya adalah berlarilah lebih sering!

Keluhan gatal saat lari ini tak perlu dikhawatirkan, kecuali jika disertai biduran, kesulitan bernapas, bengkak pada wajah atau lidah, atau kram perut. Jika itu terjadi, berhenti berlari dan segera melesat ke layanan kesehatan terdekat.


8. Nyeri pada tulang belikat

Tulang belikat adalah tulang berbentuk segitiga yang terletak di bagian belakang bahu atau punggung bagian atas. Tak sedikit pelari yang mengeluhkan sakit pada bagian tulang belikat saat lari.

“Salah satu alasan umum kenapa banyak pelari merasakan nyeri ini karena tanpa sadar mereka menarik tulang belikat mereka saat lari, yang menciptakan peningkatan ketegangan di tulang belikat dan area leher,” jelas Kirk Campbell, M.D., ahli bedah kedokteran olahraga dan asisten profesor bedah ortopedi di NYU Langone Medical Center, AS.

Jika otot-otot ini tetap berkontraksi dalam jangka waktu lama, kondisi ini dapat menyebabkan rasa sakit dan ketidaknyamanan.

Cara mengatasinya: Saat berlari, usahakan agar bahu tetap relaks dan lebih peka terhadap cara anda mengayunkan lengan saat berlari.


9. Hidung berair

Jika hidung sering berair alias meler, dan anda tak punya kondisi seperti polip hidung atau infeksi, John berasumsi anda memiliki rinitis yang disebabkan oleh olahraga. Gejalanya seperti rinitis pada umumnya, yaitu hidung berair, mampet, dan bersin-bersin saat berolahraga intens.

Gejala ini lebih sering terjadi saat musim dingin, khususnya pada orang-orang yang punya alergi hidung dan mereka yang sering berolahraga di luar ruangan.

Cara mengatasinya: Untuk mengurangi gejala, anda bisa menggunakan semprotan hidung sebelum berlari. Mengingat rinitis akibat olahraga ini seringnya terjadi di area outdoor, larilah dengan rute yang jauh dari jalan raya berpolusi.


10. Sakit di leher

Rasa sakit di leher biasanya diakibatkan postur yang kurang tepat saat berlari. “Jika posisi tubuh cenderung condong ke depan, kondisi tersebut dapat menambah tekanan dan ketegangan pada otot-otot tulang belakang di leher bagian atas dan punggung bawah,”  kata Tony menjelaskan. Jika berlangsung terus-menerus, cedera dapat terjadi di bagian tersebut.

Cara mengatasinya: Berlarilah dengan menurunkan bahu dan relaks dan hindari membusungkan dada. Saran lainnya untuk mencegah cedera di bagian leher adalah dengan melatih kekuatan dan fleksibilitas di tubuh bagian atas, leher, dan bagian tubuh inti (core region) yaitu pinggul, panggul, perut, punggung bawah, punggung tengah, dan area leher.

Jika Anda kerap merasakan satu atau beberapa gejala aneh di atas saat berlari, cobalah atasi sesegera mungkin dengan cara-cara yang disebutkan di atas. Jangan lupa konsultasikan keluhan dengan pelatih lari atau instruktur anda.

Jika perlu, kunjungi spesialis kedokteran olahraga. Sebab, jika gejala terus-menerus dirasakan, ada beberapa kasus yang berpotensi menyebabkan cedera serius.


Sumber :
https://covesia.com/lifestyle/baca/66982/10-gejala-aneh-ini-sering-dialami-saat-berlari

Delayed Onset Muscle Soreness


DELAYED ONSET MUSCLE SORENESS (DOMS)

Pernahkah Anda mengalami pegal atau rasa ketidaknyamanan di otot-otot tubuh yang muncul  setelah melakukan olahraga ? kemungkinan besar itu adalah Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS). Apa itu DOMS ? Bagaimana cara pencegahannya? Artikel berikut akan menjelaskan hal tersebut secara sederhana.

DOMS adalah rasa nyeri dan tidak nyaman yang terjadi setelah melakukan latihan yang tidak biasa dilakukan (intensitas tinggi). Ketika selesai melakukan olahraga intensif akan terjadi kerusakan pada jaringan otot dan membran sel yang kemudian berkembang menimbulkan respon inflamasi.

Banyak yang mengira DOMS adalah gejala hasil dari akumulasi asam laktat, padahal asam laktat tidak ada kaitannya dengan DOMS. DOMS adalah efek samping dari proses perbaikan sebagai respon kerusakan otot mikroskopis. Rasa nyeri otot mulai berkembang 12-24 jam pertama setelah latihan dan mencapai puncaknya pada 24 sampai 72 jam setelahnya, kemudian menghilang 3 sampai 5 hari setelah latihan.

DOMS sering terjadi setelah latihan eksentrik seperti lari menuruni bukit (downhill running), jogging, jumping, steps aerobic dan latihan kekuatan seperti angkat beban. Kontraksi eksentrik yang terjadi saat otot aktif sedang memanjang berhubungan dengan terlambatnya peningkatan serum dari enzim spesifik seperti creatine konase (CK) sehingga menyebabkan kerusakan serabut otot. Atlet-atlet professional, terlebih lagi orang yang jarang berolahraga berpotensi mengalami DOMS.

Gejala DOMS biasanya tidak memerlukan intervensi medis. Namun, jika tingkat nyeri tidak kunjung reda, anggota badan mengalami pembengkakan berat atau jika urin menjadi gelap, maka disarankan untuk segera berkonsultasi ke tenaga ahli.


Bagaimana cara untuk meminimalkan DOMS ?

Ketika melakukan jenis olahraga atau program baru, lakukanlah secara perlahan dan rutin. Jangan terlalu memaksakan diri atau langsung latihan secara berlebihan. Berikan waktu pada otot untuk beradaptasi dengan stress baru yang dihadapinya. Walau begitu, upaya ini hanya dapat meringankan gejala yang dirasakan, bukan berarti dapat dihindari sepenuhnya.

Lakukan pemanasan sebelum latihan. Pemanasan yang tepat penting dalam mempersiapkan otot untuk jenis tekanan yang dapat menyebabkan kerusakan otot.

Peregangan setelah latihan juga dapat mengurangi gejala DOMS. Peregangan bertujuan untuk memanjangkan struktur jaringan lunak yang memendek secara patologis sehingga dapat meningkatkan luas gerak sendi.

DOMS biasanya mereda setelah 3 sampai 5 hari setelah latihan, ini akan menyebabkan otot menjadi lebih siap dengan tekanan yang sama untuk latihan selanjutnya sehingga pada latihan selanjutnya rasa sakit akan berkurang.


Sumber :
https://www.apki.or.id/delayed-onset-muscle-soreness-doms/

Tuesday, March 3, 2020

Mengenal Jenis-Jenis Kain Olahraga


Mengenakan pakaian yang nyaman merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan performa dalam berolahraga. Umumnya, pakaian olahraga haruslah dapat menyerap keringat dan membebaskan tubuh dalam bergerak. Pakaian olahraga pun akhirnya terus diinovasi demi memberikan kualitas terbaik. Inovasi pakaian olahraga ini meliputi banyak hal, termasuk jenis kain yang digunakan. Jenis kain yang ada pun memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.  Maka dari itu, mari ulas satu per satu jenis kain olahraga tersebut.

1. Cotton

Cotton (katun) dibuat dari serat alami kapas. Karena inilah, pakaian berbahan katun nyaman dipakai, halus, lembut, dan dapat menyerap keringat. Jenis kain ini banyak digunakan di segmen distro dan clothing. Berdasarkan spesifikasi benang, cotton terbagi menjadi dua macam, yakni cotton combed dan cotton carded. Jenis cotton combed umumnya digunakan untuk kaos distro yang memiliki serat benang, rajutan, dan tampilan yang halus dan rata. Ini dikarenakan, cotton combed dibuat dengan setting gramasi yang terdiri dari 20s, 24s, 30s, dan 40s. Semakin tinggi nilai gramasinya, maka semakin tipis pula bahannya. Meski tipis, bahan ini mampu menyerap keringat dan tidak panas.

Sementara, cotton carded memiliki serat benang yang kurang halus. Setting gramasi pada jenis cotton ini yakni 20s, 24s, dan 30s. Karena kualitasnya yang lebih rendah, jenis katun ini relatif lebih murah daripada cotton combed. Persamaan kedua jenis katun ini yang sekaligus menjadi kekurangan adalah sifatnya yang mudah kusut.


2. Teteron Cotton (TC)

Teteron Cotton merupakan campuran dari 35% cotton combed dan 65% polyester. Dibandingkan dengan bahan yang berbahan cotton, teteron cotton atau TC kurang bisa menyerap keringat. Sementara, kelebihan jenis TC ini lebih tahan kusut meskipun telah dicuci berkali-kali. Di sisi lain, harga TC dan cotton combed tidaklah jauh berbeda.


3. Polyester (PE)

Jenis kain ini terbuat dari serat sintesis (buatan) hasil minyak bumi untuk dibuat bahan berupa serat fiber poly dan untuk produk plastik berupa biji plastik. Ketika dibakar, kain ini akan menggumpal seperti lelehan plastik. Polyester tidak digunakan untuk produk distro, melainkan untuk produk konveksi atau garmen. Umumnya, pakaian olahraga yang menggunakan bahan ini cenderung cukup murah. Secara keseluruhan, bahan ini tahan lama, cepat kering, tidak mudah melar, dan tidak mudah kusut. Namun, jenis bahan ini tidak cocok untuk digunakan di musim panas karena cenderung mudah terbakar. Selain itu, bahan ini juga tidak mudah menyerap keringat sehingga dapat menimbulkan bau dan alergi pada kulit sensitif.


4. Dryfit

Dryfit merupakan jenis kain yang terbuat dari campuran polyester, spandex, dan nylon. Jenis kain ini lentur, padat, dan mudah kering sehingga memudahkan penggunanya dalam bergerak. Sifat mudah keringnya dikarenakan bahan dryfit memiliki pori-pori yang besar sehingga keringat yang diserap dapat cepat menguap. Karena itulah, jenis kain ini banyak digunakan untuk jersey olahraga. Sementara, kekurangan kain ini terletak pada sifatnya yang sulit untuk disablon sehingga produsen umumnya hanya bermain warna atau bordir saja.


5. Hyget

Bahan hyget merupakan bahan yang biasa digunakan untuk kaos partai dan kaos bola. Jenis bahan ini merupakan yang termurah diantara bahan kaos lainnya. Jenis bahan ini mengilap dan tidak menyerap keringat. Bahan hyget ini pun terbagi menjadi hyget tipis, hyget sedang, dan hyget tebal. Hyget tipis biasa digunakan untuk kaos partai, pilkada, dan kampanye. Sementara, hyget sedang banyak digunakan untuk kaos promosi, event, dan bola.


6. Spandex

Spandex merupakan jenis bahan olahraga yang bertekstur licin, ringan, lentur, dan terlihat mengilap. Karena tekturnya yang ringan dan lentur, bahan ini memudahkan penggunanya dalam bergerak. Jenis kain ini pun tidak mudah berkerut dan elastis mengikuti bentuk tubuh. Karena itulah, jenis bahan ini banyak digunakan untuk pembuatan pakaian renang, aerobik, yoga, dan pakaian bersepeda. Namun, bahan ini cenderung tidak menyerap keringat sehingga dapat menimbulkan bau.


7. Paragon

Kain paragon merupakan kain sejenis polyester yang banyak digunakan untuk jersey basket. Namun, tidak sedikit pula yang menggunakannya untuk jersey bola. Karakteristik bahan paragon ini sedikit tebal dan fleksibel saat digunakan. Sayangnya, jenis kain ini memiliki pori-pori yang padat sehingga sukar menyerap keringat. 


8. Diadora

Bahan ini disebut diadora oleh orang Indonesia karena meniru merek Diadora yang merupakan perusahaan sport internasional.  Bahan Diadora ini biasa digunakan untuk sweater atau pakaian yang berbau sport agar terlihat lebih sporty. Bahan ini juga banyak digunakan untuk pembuatan celana training. Tekstur dalam bahan diadora sedikit berserabut (sedikit mirip kain flanel), namun di bagian luarnya halus seperti bahan kaos. Sifat bahan ini pun mengilap ketika terkena sinar matahari sehingga menimbulkan kesan mewah. Bahan ini pun dapat menyerap keringat dan tidak mudah melar. 


9. Adidas

Sama seperti diadora, bahan ini pun disebut meniru merek Adidas. Masih sama seperti bahan diadora, jenis bahan ini banyak digunakan untuk pakaian olahraga, seperti sweater, jaket, dan celana. Hanya saja, bahan ini sedikit kaku dan cenderung tebal. Namun, bahan ini halus di permukaan depan dan tidak berbulu di bagian dalam. 


10. Lotto

Sama seperti bahan diadora dan adidas, bahan ini pun meniru bahan merek Lotto. Bahan ini pun digunakan untuk sweater dan pakaian olahraga. Namun, pada umumnya, bahan ini lebih banyak digunakan untuk celana olahraga, baik yang pendek maupun yang panjang. Perbedaanya dengan bahan diadora dan adidas, sifat bahan lotto lebih jatuh, cenderung tidak tebal, dan kurang dari segi penyerapan keringatnya.

Itu dia beberapa jenis kain yang umumnya digunakan untuk pakaian olahraga. Masing-masing jenis kain tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan. Setiap kain pun memiliki fungsi sesuai kegiatan olahraga masing-masing individu. Untuk memilih mana yang terbaik, kamu bisa menyesuaikan dengan kebutuhan dan yang terpenting dapat membuat kepercayaan dirimu meningkat, seperti ketika mengenakan FITS Threadarmor Infused. 


Sumber :
https://www.sfidnfits.com/mengenal-jenis-jenis-kain-olahraga

Sunday, March 1, 2020

The Vitality Big Half 2020: Kenenisa Bekele Pecahkan Rekor Mo Farah's


Kenenisa Bekele dari Ethopia melanjutkan persiapannya untuk maraton London dengan kemenangan di The Vitality Big Half 2020. Pelari Ethiopia Kenenisa Bekele memecahkan rekor Mo Farah dalam balapan Vitality Big Half putra di London dengan waktu satu jam 22 detik.

Bekele mencatat waktu 1:18 menit dari rekor yang dibuat pada 2019 oleh pembalap Inggris Farah, yang absen karena cedera Achilles. Lily Partridge dari Inggris memenangkan perlombaan wanita elit untuk pertama kalinya dengan waktu 1:10:50.

Pemenang marathon dua kali, Shelly Woods, berhasil kembali ke ibukota dalam perlombaan kursi roda wanita. Brent Lakatos memenangkan acara kursi roda pria dengan juara Paralimpiade enam kali David Weir di posisi kedua.

Pelari Inggris Christopher Thompson finish di urutan kedua dalam lomba putra, dengan Jake Smith di urutan ketiga. London marathon lengkap akan berlangsung pada hari Minggu, 26 April. Kemenangan Bekele membuat pertarungan seru dengan Eliud Kipchoge, sebagai dua pelari maraton tercepat sepanjang masa untuk lomba April.

"Catatan rekor baru adalah bonus yang hebat. Saya tidak fokus pada waktu hari ini, saya hanya ingin menang," kata Bekele.

"Saya sesuai jadwal dalam persiapan saya untuk London Marathon pada bulan April. Tidak ada pertanyaan tentang orang banyak di London yang hebat.

"Mereka bersorak di sekeliling lapangan dan rasanya tempat yang bagus untuk menjadi."

Partridge - berlari dalam setengah maraton London ketiga - melaju ke kemenangan dalam balapan wanita. Rekan senegaranya Samantha Harrison dan Stephanie Davis masing-masing menempati urutan kedua dan ketiga.

"Pelatih saya mengatakan kepada saya sebelum memulai bahwa tujuannya adalah untuk menang," kata Partridge.

"Ini bukan tentang waktu hari ini. Ini half maraton tercepat saya selama perlombaan maraton."


Sumber :
https://www.bbc.com/sport/athletics/51695611

Joshua Cheptegei Catat World Record 5K di Monaco


Pelari Uganda memecahkan rekor 13 menit di jalan, rata-rata kecepatan 4:08 mil /  jam. Pelari Uganda Joshua Cheptegei memecahkan rekor dunia 5K pada hari Minggu di Monaco Run 5K.

Waktunya 12:51 mengalahkan rekor sebelumnya yaitu selisih dengan 27 detik.

Cheptegei menetapkan rekor dunia 10K pada bulan Desember dan memenangkan 10.000 meter di trek di Kejuaraan Dunia IAAF di Doha, Qatar.

Rekor pecah pada tahun 2020 ketika Joshua Cheptegei melenyapkan rekor dunia 5K di lomba pertamanya musim ini. Pemain 23 tahun dari Uganda berlari 12:51 di Monaco Run 5K pada hari Minggu, memecahkan rekor sebelumnya dengan 27 detik lebih cepat.

Menunggu ratifikasi, kinerja Cheptegei yang menang memecahkan rekor dunia sebelumnya dari 13:18 yang ditetapkan oleh Rhonex Kipruto dalam perjalanan ke rekor dunia 10K di Valencia pada 12 Januari, menurut World Athletics.

"Wow, ini benar-benar hebat," kata Chepetegei kepada World Athletics. “Saya memiliki sub-13 menit di pikiran saya hari ini, jadi ketika kaki saya terasa baik selama balapan, saya memutuskan untuk benar-benar melakukannya. Untuk mengambil banyak detik ini dari catatan membuat saya sangat bahagia dan merupakan ujian pertama yang hebat bagi saya di musim yang penting. "

Cheptegei melangkahkan kari sesaat setelah bunyi pistol, llau melepaskan diri dari lapangan dengan kilometer pembukaan 2:31. Dia mempertahankan kecepatan yang konsisten — 2: 35, 2:36, dan 2: 35 — untuk tiga kilometer berikutnya dan selesai dengan pembagian terakhir 2:32.

Cheptegei 12:51 adalah rekor lari 5K tercepat yang tercatat di jalan dan trek pada tahun lalu. Selama musim 2019, nilai teratas dalam 5.000 meter adalah 12: 52,98, oleh Telahun Haile Bekele pada pertemuan Liga Berlian Roma pada bulan Juni.

Karena 5K tidak menjadi acara rekor dunia resmi hingga November 2017, Cheptegei juga melampaui waktu tercepat yang pernah dicatat di jalan, yaitu jam 13:00 yang dibuat Sammy Kipketer pada 2000 di Carlsbad 5000.

Jimmy Gressier dari Prancis berada di urutan kedua setelah Cheptegei di 13:18, yang memecahkan rekor Eropa. Liv Westphal, juga dari Perancis, memenangi lomba putri pada 15:31 dan memecahkan rekor nasional Prancis.

Rekor dunia 5K dibangun di atas serangkaian balapan terobosan untuk Cheptegei, yang memecahkan rekor dunia 10K di 10K Valencia Trinidad Alfonso pada bulan Desember.

Sebelum mencatat, ia menjadi juara dunia lintas negara pada Maret 2019 dan juara dunia dalam 10.000 meter di Kejuaraan Dunia IAAF di Doha, Qatar.


Sumber :
https://www.runnersworld.com/news/a30952158/joshua-cheptegei-5k-world-record/?

Friday, February 21, 2020

5 Mitos di Dunia Lari

Mematahkan 5 Mitos Populer di Dunia Lari

Berlari memang tampak mudah. Tak banyak perlengkapan yang dibutuhkan untuk melakukan olahraga ini. Cukup kenakan pakaian dan alas kaki yang nyaman, dan Anda sudah bisa berlari.
Namun, berlari dengan benar tidaklah sesederhana itu. Ada beragam pantangan dan saran yang harus dipatuhi agar pelari bisa mendapatkan hasil optimal. Soal nutrisi, misalnya. Apa saja, sih, makanan yang boleh dikonsumsi?

Anda bisa menemukan pantangan dan saran ini di banyak tempat, mulai dari artikel di internet sampai ucapan teman. Akan tetapi, percayalah bahwa tidak semua yang Anda dengar itu benar.
Nah, di sini, RunStyle mencoba untuk membedah mitos-mitos yang berkaitan dengan lari. Ada lima hal yang dipercaya oleh banyak pelari tetapi sebenarnya kurang tepat. Apa saja?

Yuk, simak.

1. Peregangan Itu Tidak Penting
Mengapa ini menjadi mitos? Bukankah memang sudah semestinya peregangan dilakukan sebelum dan sesudah berlari?

Well, betul. Namun, ada riset dari dari US National Library of Medicine yang menyebutkan bahwa peregangan tidak mengurangi risiko cedera sehingga ini membuat beberapa pelari jadi menyepelekan peregangan.

Padahal, ya, sebenarnya tidak bisa begitu. Peregangan sebelum berlari akan membuat tubuh lebih fleksibel sehingga Anda lebih mudah bergerak. Dengan begitu, Anda bisa menghemat energi dan berlari lebih jauh.
Kemudian, peregangan sesudah lari akan membuat otot-otot Anda rileks. Jika sudah begitu, tubuh akan pulih lebih cepat sehingga Anda bisa lebih sering berlari.

2. Banyak-banyak Makan Karbohidrat
Waktu belajar IPA di Sekolah Dasar, sering disebutkan bahwa karbohidrat adalah sumber energi. Maka, menjadi masuk akal jika banyak yang menganggap mengonsumsi banyak karbohidrat sebelum berlari bakal membuat daya tahan terjaga.

Itu tidak salah, tetapi juga tidak sepenuhnya benar. Menurut Runtastic, banyak atlet lari yang memilih untuk tidak banyak-banyak mengonsumsi karbohidrat. Supaya tak kehabisan energi, mereka lebih suka mengonsumsi sports gels.

Namun, pada akhirnya, semua terserah Anda. Kalau Anda merasa lebih kuat setelah mengonsumsi karbohidrat, itu juga bukan masalah karena kebutuhan setiap orang memang berbeda-beda.


3. Lebih Baik Nyeker?
Berlari tanpa alas kaki alias nyeker menjadi populer salah satunya berkat buku Born to Run karya Christopher McDougall. Katanya, berlari tanpa alas kaki bisa meningkatkan kekuatan dan keseimbangan seorang pelari.

Namun, ayolah. Berlari tanpa alas kaki berarti berlari tanpa perlindungan. Ada risiko-risiko yang lahir dari sini, salah satunya tertusuk benda tajam. Niatnya ingin sehat, eh, malah jadi celaka.
Lagipula, zaman sekarang ini teknologi sepatu lari sudah maju. Sudah banyak sepatu yang didesain sedemikian rupa sehingga tidak memberatkan pelari dan bisa membuat mereka merasakan sensasi berlari tanpa alas kaki.

4. Kalau Sudah Berlari, Untuk Apa Melatih Kekuatan?
Berlari memang menyehatkan. Dengan berlari, Anda bisa memperkuat sistem peredaran darah sehingga tubuh menjadi bugar dan selalu siap untuk melakukan aktivitas apa pun.
Akan tetapi, lari saja tidak cukup. Berlari hanyalah fondasi sehingga jika ingin tubuh yang lebih kuat Anda harus tetap melakukan latihan terpisah. Tidak ada salahnya, kok, mengombinasikan dua latihan ini.

5. Makin Jauh, Makin Bagus
Jika Anda melihat ada teman yang bisa berlari lebih jauh dibanding Anda, jangan berkecil hati. Sepintas, bisa berlari lebih jauh tampak lebih baik. Namun, tolong jangan memaksakan diri.
Setiap orang punya kemampuan dan kapasitas sendiri-sendiri. Apa yang diraih teman Anda dalam sebulan belum tentu bisa Anda lakukan dan begitu juga sebaliknya.

Anda perlu ingat bahwa berlari seharusnya menyehatkan. Untuk itu, semuanya harus dilakukan dengan seimbang, termasuk beristirahat. Lagipula, berlari jarak pendek juga penting untuk meningkatkan performa Anda dalam berlari.

***
Pada intinya, lari bukan satu-satunya cara untuk membuat tubuh jadi lebih sehat. Ada hal-hal yang tak boleh dilupakan seperti istirahat, makan, bahkan latihan lain. Dengan mengombinasikan semua ini dengan seimbang, barulah Anda bisa mendapatkan tubuh yang betul-betul sehat.

 *Sumber: Runtastic; Science Direct; US National Library of Medicine


Sumber :
https://kumparan.com/kumparansport/mematahkan-5-mitos-populer-di-dunia-lari-1sRe54Pt5mS

Maraton vs Sprint

Berlari seperti Lalu Zohri: Mungkin Enggak, Sih?


"Hidup ini seperti maraton, bukan sprint."Anda barangkali sangat familiar dengan metafora itu dan bahkan sudah bosan mendengarnya. Nyatanya, kata-kata tersebut memang sudah terlalu sering digunakan seperti halnya Wilhelm Scream di film-film aksi.

Namun, ketika hendak berbicara soal dua hal yang bertolak belakang, sulit untuk mencari padanan dari maraton dan sprint. Dua nomor lari itu memang sangat, sangat berbeda.
Suryo Agung Wibowo, mantan sprinter nasional yang pernah menjadi manusia tercepat Asia Tenggara, menjelaskan perbedaan antara maraton dan sprint kepada RunStyle dengan gamblang.

"Oh, tentu sangat berbeda," katanya. "Sprint itu soal kecepatan, sedangkan maraton adalah soal ketahanan atau endurance. Di situ semuanya berbeda, termasuk apa-apa saja yang harus dipersiapkan."

Gampangnya, Anda bisa melihat perbedaan itu dengan membandingkan postur Lalu Muhammad Zohri dan Agus Prayogo. Zohri yang merupakan seorang sprinter punya tubuh lebih kekar dibanding Agus sang pelari jarak jauh.

Perbedaan itu bisa menonjol karena Zohri dan Agus memang ditempa dengan cara berbeda. Untuk seorang sprinter, kata Suryo, latihan lari saja tidak akan cukup.

Pelari cepat membutuhkan latihan-latihan lain, mulai dari kekuatan sampai kelenturan. Ini semua diperlukan agar otot-otot yang diperlukan untuk memberi dorongan bisa bekerja secara optimal.

"Sebaliknya, kalau untuk maraton, utamanya bagi pemula, yang paling penting adalah membiasakan diri. Sedikit demi sedikit dilatih supaya bisa lari lebih jauh. Tapi, jangan juga memaksakan diri. Itu malah bahaya nanti," jelas Suryo.

Indonesia punya banyak sprinter ternama. Sebelum Suryo dan Zohri, ada nama Mardi Lestari dan Purnomo Muhammad Yudhi. Di era sebelumnya lagi, sosok Mohammad Sarengat pernah mengharumkan nama bangsa.

Namun, tidak semua orang bisa menjadi seperti mereka. Tidak semua orang bisa menjadi juara dunia lari 100 meter junior sekaligus manusia tercepat Asia Tenggara seperti Zohri.

Sebab, salah satu unsur terpenting dalam sprint adalah genetika. Ada faktor bawaan yang membuat seseorang bisa jadi sprinter yang lebih baik.

"Ada yang namanya serabut otot putih," kata Suryo. "Semakin banyak serabut otot putihnya, semakin cepat larinya, dan itu sifatnya genetis."

"Tapi, faktor lingkungan juga berpengaruh. Kenapa Amerika (Serikat) dan Jamaika punya banyak sprinter bagus, sementara pelari maraton kebanyakan berasal dari Kenya dan Etiopia? Itu karena faktor lingkungan."

"Di Kenya sama Etiopia, misalnya, daerahnya kering. Orang harus sering berjalan dan berlari hanya untuk mencari air. Itu kenapa ketahanan mereka lebih bagus," papar pria 36 tahun tersebut.

Penjelasan Suryo itu semakin menegaskan perbedaan antara sprint dan maraton. Akan tetapi, apakah sama sekali tidak ada kesamaan antara keduanya? Apa saja metode sprint yang bisa diterapkan oleh para pelari awam?

Berdasarkan Kalender Lari, setidaknya ada 47 event lari yang bakal digelar pada 2020 nanti di Indonesia. Dari semua event itu, hanya satu yang menyertakan sprint dalam agendanya, yaitu Indonesia Women's Run, Maret mendatang.

Dengan kata lain, lari jarak jauh masih jadi primadona. Memang tidak semuanya maraton. Kebanyakan adalah lari dengan jarak 10km atau kurang. Namun, tetap saja, lari 5k sekalipun sudah masuk kategori lari jarak jauh.

Sebenarnya, tidak banyak aspek sprint yang bisa diterapkan di lari jarak jauh. Dari gear saja sudah berbeda. Untuk sprint, sepatu yang dikenakan, misalnya, harus dilengkapi dengan spikes atau paku-paku kecil.

Sudah begitu, seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, persiapan yang harus dilakukan pun tidak sama. Pelari jarak jauh bisa saja melatih kekuatan tubuhnya, tetapi itu bukan kewajiban.

Walau begitu, ada yang sama sekali tidak bisa diganggu gugat, yaitu teknik berlari. Ini mutlak. Apa pun larinya, tekniknya harus benar, meskipun teknik berlari sprint dan maraton juga tidak sama.

"Teknik harus benar, ya. Ayunan kaki, gerakan tangan, itu harus diperhatikan semua pelari. Buat yang pemula, paling penting untuk belajar bagaimana lari yang benar dulu," kata Suryo.

Selain teknik, makanan juga harus diperhatikan. Suryo yang kini bekerja sebagai pegawai Kementerian Pemuda dan Olahraga itu menekankan bahwa makanan yang dikonsumsi harus mencukupi kebutuhan gizi.

"Sebenarnya yang penting empat sehat lima sempurna. Karbohidrat, protein, sayur, dan buah itu harus masuk. Selain itu, kalau bisa, jangan makan gorengan, makanan bersantan, dan mi instan," tuturnya.

Semua itu bermuara pada satu hal paling penting: konsistensi. Pelari harus telaten, kata Suryo. Sedari awal, tujuan sudah harus ditetapkan dan pelari harus setia dengan tujuan tersebut.

Di sprint, tujuannya adalah jadi yang tercepat. Untuk maraton dan lari jarak jauh lainnya, tujuannya adalah bagaimana bertahan lama. Pada prinsipnya, pelari harus memahami itu dan mempraktikkannya dengan sungguh-sungguh.

"Kalau punya pelatih, samakan tujuan dengan pelatih. Susun program latihan yang sesuai dan patuhi itu. Kalau itu semua sudah dilakukan pasti hasilnya juga bagus," kata Suryo.

Nah, meskipun sifatnya amat berbeda, sprint dan maraton atau lari jarak jauh lain sebetulnya tetap memiliki kesamaan. Latihan teknik, asupan nutrisi, dan keseriusan adalah sesuatu yang wajib diperhatikan.

Apakah itu semua akan membuat Anda bisa berlari seperti Zohri? Tentu tidak. Akan tetapi, cara-cara yang disampaikan Suryo itu dijamin membuat aktivitas berlari Anda jadi lebih optimal.

Seperti halnya Zohri, Suryo juga dilatih oleh Eni Nuraini yang pada awal tahun ini dinobatkan jadi Pelatih Atletik Terbaik Se-Asia. Suryo pun pernah merasakan gelar manusia tercepat Asia Tenggara sebelum Zohri merebutnya. Masak, sih, enggak percaya sama omongan seorang juara?


Sumber :
https://kumparan.com/kumparansport/berlari-seperti-lalu-zohri-mungkin-enggak-sih-1sRcG0jSANs

Thursday, February 20, 2020

6 Abbott World Marathon Majors


Tokyo: The First Sunday in March
Registration begins, and continues through August. If you’re speedy, you might be able to take advantage of Tokyo’s “semi-elite entry,” AKA their Run As One program for international runners. For men, that means running a marathon between 2:21:01 and 2:45:00 and for women, that means 2:52:01 to 3:30:00 (there are no age groups, but faster runners get preference). Read more about the Run As One program here.

Boston: The Third Monday in April
Registration opens in September, with those who qualify by 20 minutes or more getting first dibs. From there, registration rolls out to runners who qualified by ten minutes or more, then five minutes or more. Sadly, this means that scoring that beloved BQ doesn’t necessarily guarantee entry into the race. Just over 7,300 qualifiers didn’t earn entry last year due to space constraints. If that’s your fate, you’ll need to go through a charity or tour group. For more, check out the 2020 Boston Marathon Registration FAQs.

London: The Last Sunday in April
“International runners can’t qualify with fast times, so it’s all about the lottery for Americans,” Adams says. Apply between April and May, then find out if you’re one of the lucky few in October. Adams says your chances of winning the London lottery is in the single-digits. (More on that in a bit.)

Berlin: The Last Sunday in September
Registration begins mid-October and goes through early November. If you qualified, congrats! You’re guaranteed a bib. If you didn’t, you still have a shot at the lottery, which is less competitive than London but still increasingly popular given the historic, PR-friendly course.

Chicago: The Sunday of Columbus Day Weekend
Registration details aren’t announced until race weekend, but in years past, you’d apply for the lottery starting in October, then find out in December. You’re guaranteed entry if you already ran the race five or more times over the last decade, and if you finished the Bank of America Shamrock Shuffle 8K four or more times since 2000 and signed up for next year’s Shamrock Shuffle, which takes place March 22nd this year.

New York City: The First Sunday in November
If you didn't qualify, you can apply to the randomized drawing that usually begins mid-January and goes through mid-February. If you're in the New York City area, consider the 9+1 program: Become a New York Road Runners (NYRR) member starting in January the year before the marathon, then run nine official NYRR races and volunteer once over the course of the year. And if you finished 15 or more New York City Marathons, you now have entry for life (but, FYI, older races are grandfathered into the Abbotts medal requirement).


Sumber :
https://www.runnersworld.com/races-places/a28307813/world-marathon-majors-faq/

Sumber foto :
https://www.justrunlah.com/2018/01/23/abbott-world-marathon-majors-6-races-every-runner-ought-to-check-out/

Sunday, February 16, 2020

Easy Run, Long Run, Tempo Run

APA BEDANYA?

By. Planet Sports RUN


Ada banyak jenis latihan lari. Yuk ketahui bedanya.

Meski lari terkesan sebagai olahraga yang sekadar mengangkat kaki dan melayang di udara, faktanya ada berbagai jenis tipe latihannya. Pelari pasti sudah tahu ada yang namanya easy run, long run, tempo run, atau interval run.

Tapi sudahkah paham maksudnya?

Andri Yanto (@andri_instagram), coach dan pemerhati olahraga lari, menjelaskan secara umum dengan membaginya berdasarkan tes bicara (yaitu kemampuan pelari berbicara selama lari) dan panduan pace.


Easy Run (ER)

Lari dalam pace yang nyaman dan santai. Secara umum juga sering disebut jogging.
Tes bicara (talk test): Bisa bicara secara leluasa.
Panduan pace: Satu sampai dengan dua menit dari personal best (PB) 5K. Jadi kalau PB 5K kita 30 menit atau sama dengan pace rata-rata 6.00, maka pace ER kita antara pace 7.00 sd. 8.00.


Tempo Run

Berlari di ambang batas antara aerobik dan anaerobik. Sebelum memulainya lakukan pemanasan yang cukup.
Tes bicara: Saat berlari masih bisa bicara per kalimat.
Panduan pace: Biasa disebut comfortably hard tapi secara umum pace tempo run berada antara 10-20 detik lebih lambat dari pace PB 10K. Bila kita menamatkan 10K dalam waktu 50 menit (pace rata-rata 5.00) maka pace tempo run berada di antara 5.10 sd. 5.20.


Interval Run

Metode latihan yang menyelang-selingkan kecepatan dan diselingi istirahat di antaranya. Latihan ini bermanfaat membangun kecepatan.
Tes bicara: Saat berlari hanya bisa bicara per kata.
Panduan pace: Antara kecepatan PB 5K sd. 10K.


Fartlek

Berasal dari bahasa Swedia yang artinya speed play atau bermain kecepatan. Fartlek secara umum merupakan salah satu bentuk latihan yang mengombinasikan berbagai kecepatan atau jenis lari seperti cepat, sedang, dan lambat. Ini adalah cara yang kreatif untuk meningkatkan kecepatan dan melatih daya tahan.
Tes bicara: Saat berlari hanya bisa bicara secara terbatas.
Panduan pace: Sangat variatif, antara kecepatan PB 5K, 10K, half marathon, marathon pace, maupun easy run.


Long Run

Ini adalah jarak lari terjauh dalam seminggu. Lakukan long run dengan pace sedikit di atas easy run. Long run bermanfaat membangun daya tahan (endurance). Biasanya pelari kerap melakukan long run pada akhir pekan.
Tes bicara: Bisa bicara leluasa namun tingkat kesulitan di atas easy run.
Panduan pace: Secara umum lakukan long run dengan conversational pace atau biasa disebut pace ngobrol. Karena bagi pelari rekreasi (recreational runner) long run itu sejatinya bukan soal seberapa cepat menyelesaikan latihan. Lakukan long run secara nonstop agar tujuannya tercapai. Jadi bila Anda berniat long run 20K, maka dari mulai sampai selesai 20K usahakan terus berlari tanpa berhenti.


Sumber :
https://www.planetsports.asia/blog/post/easy-run-long-run-tempo-run-apa-bedanya

Sumber foto :
https://www.strava.com/clubs/492219/posts/4267118?_branch_match_id=619539919667095868

Wednesday, February 5, 2020

Nike Vaporfly

Nike Vaporfly sukses bujuk jutaan pelari amatir, ini kisah kontroversinya

Jumat, 24 Januari 2020 | 16:56 WIB 


KONTAN.CO.ID - Holly Grundon, pelari amatir Inggris, sangat senang bisa memecahkan rekor kecepatan pribadi yang telah lama dia pegang. Perempuan 36 tahun ini bisa melahap half marathon alias 21,1 km dalam waktu kurang dari 1 jam 30 menit.

Tapi, raihan tersebut tak lepas dari keputusan Grundon beralih ke sepatu Nike Vaporfly. Catatan waktu pribadi terbaiknya (PB) itu membuat dia bertanya-tanya, apakah dia menipu diri sendiri, atau mengotori olahraga yang selalu ia cintai karena kemurniannya.

"Ketika Anda berlari, Anda hanya ingin berlari untuk diri sendiri," kata Grundon kepada Reuters. "Hanya kamu yang melawan jalan dan waktu yang ada dalam pikiranmu untuk dikalahkan," ujar dia yang juga menekuni trialton ini.

"Jadi, berinvestasi dalam sepasang sepatu yang dimaksudkan untuk membuatmu lebih cepat berlari secara otomatis, ya, ada pertimbangan etis, dan apakah itu bisa dikatakan curang, ya, saya rasa," ucap Grundon.

Grundon mengungkapkan, bertahun-tahun dia berusaja mengejar waktu half marathon dengan target 1 jam 30 menit, tapi tidak pernah berhasil. Hanya, "Beringsut lebih dekat dan lebih dekat ke waktu itu," ungkapnya.

Saat mengikuti acara lari half marathon di Madrid, Spanyol, Grundon pun memutuskan membeli Nike Vaporfly, setelah melihat pelari lainnya memakainya dan membaca ulasan tentang sepatu itu.

"Saya merasa sangat aneh saat memakainya, tetapi begitu berlari dan berlari, saya benar-benar merasa cepat," kata Grundon. "Saya berhasil mencapai target saya, bahkan di bawah waktu yang saya inginkan".

"Tetapi setelah acara lari, itu (Vaporfly) membuat saya bertanya-tanya, apakah saya harus memakainya. Karena saya pikir, saya mungkin bisa mengalahkan target saya hanya dengan sepatu yanng biasa saya pakai," ujar dia.

Studi ilmiah serta bukti anekdotal menunjukkan, sepatu lari Nike Vaporfly yang dilengkapi dengan sol busa super-kenyal yang membungkus pelat serat karbon, bisa meningkatkan efisiensi berlari antara 4% hingga 6%.

Fakta tersebut sukses membujuk jutaan pelari amatir termasuk Grundon untuk menyingkirkan sepatu favorit lama mereka dan mencoba Nike Vaporfly.

Sepatu itu juga menimbulkan pertanyaan di World Athletics, badan olahraga lari dunia, yang tampaknya akan meninjau peraturannya untuk lomba tingkat elit mengingat kemajuan teknologi, sambil memungkinkan pelari rekreasi memakai apa yang mereka inginkan.

Melansir Reuters, Chief Financial Officer (CFO) Nike Andrew Campion mengatakan kepada analis pada Desember 2019, pangsa pasar perusahaannya mencapai rekor tertinggi pada kuartal kedua tahun lalu, berkat kesuksesan model VaporFly.

Dan, sambil bercanda Campion bilang, "Waktu yang saya perlukan untuk berjalan melintasi kampus Nike di sini, di kantor pusat, telah berkurang setidaknya 4%. Jadi saya merasa senang tentang hal itu".


Sumber :
https://lifestyle.kontan.co.id/news/nike-vaporfly-sukses-bujuk-jutaan-pelari-amatir-ini-kisah-kontroversinya?page=all

Kontroversi Vaporfly ZoomX

Kontroversi Vaporfly ZoomX, Rekor Bertumbangan World Athletics Siapkan Larangan "Sepatu Super" Nike SPORT 

Rabu, 15 Januari 2020 | 11:59 WIB


Sepatu kontroversial Nike Vaporfly yang digunakan pelari Kenya Brigid Kosgei saat mengakhiri rekor maraton Paula Radcliffe akan dilarang. Dikutip dari DailyMail kemarin belum ada keputusan apakah catatan rekor Kosgei akan tetap diakui atau tidak.

Atlet berusia 25 tahun itu  mencatatkan waktu 2 jam 14 menit 4 detik di Chicago, jauh melampaui rekor Radcliffe 2:15:25 yang dicapainya pada even London Marathon 2003. Sepatu serupa yang diyakini World Athletics sebagai versi hibrid Vaporfly dan digunakan pelari Kenya Eliud Kipchoge saat mencatatkan rekor maraton tak resmi di Wina tahun lalu juga akan dilarang.

Eliud mengenakan Nike Vaporfly ZoomX saat mengakhiri batas maksimum maraton yang selama ini tak pernah di bawah   dua jam dengan catatan waktu 1 jam 59 menit. Brigid Kosgei saat memecahkan rekor Paula Radcliffe. Pangkal persoalan yang diperdebatkan adalah komposisi busa dan serat karbon sol yang digunakannya.

Komposisi tadi memberi efek pegas yang membantu pelari mendapatkan dorongan maksimum dari setiap entakan. Badan teknis yang melakukan evaluasi akan memberikan hasil temuan mereka akhir bulan ini. Moratorium pun dipertimbangkan World Athletics (Asosiasi Internasional Federasi Atletik) guna  menentukan apakah rekor yang dicatatkan atlet dengan menggunakan sepatu dimaksud akan tetap dipertahankan atau batal.

Aturan lainnya yang juga dipertimbangkan adalah batasan bagi produk sepatu revolusioner  yang dikembangkan untuk pelari cepat. Fakta ini memicu kekhawatiran “atlet-atlet inferior” yang tampil Olimpiade Tokyo tahun ini akan memecahkan rekor 100 meter milik Usain Bolt (9,58 detik) dengan bantuan faktor teknologi. Eliud Kipchoge (dua kiri) kut menggunakan Nike Vaporfly ZoomX.

Informasi lainnya sepatu yang dikenakan Laura Muir saat memecahkan  rekor Inggris untuk nomor mil dalam ruangan (4 menit 18,75 detik) di Glasgow tahun lalu kemungkinan juga akan dilarang. Perkembangan ini terjadi di tengah meningkatnya tekanan pada World Athletics untuk menerapkan aturan  lebih ketat terkait sepatu lari karena ditakutkan memengaruhi aspek integritas.

Keberhasilan  Kosgei mengambil alih rekor Radcliffe dengan keunggulan  impresif 1 menit 21 detik memicu permintaan untuk menyelidiki “produk berteknologi” Nike yang kian populer di kalangan  dengan pelari amatir. Rilis terakhir menawarkan warna green neon selain pink.

Ada juga kekhawatiran atas dampak kesehatan jangka panjang. Pasalnya sepatu dengan pelat karbon pada sol  membuat pelari cenderung menggunakan tumit alih-alih jari kaki untuk dorongan dalam setiap langkah. Untuk itu aturan yang membatasi ketebalan sol dan penggunaan pelat karbon diharapkan segera ditetapkan.

Regulasi saat ini menyatakan larangan sepatu yang memberikan keuntungan tidak adil dan sepatu pun harus tersedia untuk semua kalangan. Lalu apa tepatnya yang membuat Nike ZoomX Vaporfly Next kontroversial? Take a note.. Dibanderol 240 poundsterling atau tak kurang dari Rp 4,2 juta, setidaknya ada tiga poin yang memicu larangan.

Pertama lapisan atas sepatu terbuat dari Ripstop yang terbukti anti-air dan terbilang ringan. Kombinasi keduanya membuat sepatu tetap kering di kala hujan bahkan tidak menyerap keringat sehingga dijamin tetap terasa ringan.

Kedua, Nike menyertakan pelat serat karbon  yang selain membuat sendi pergelangan kaki stabil, juga mengurangi beban pada otot betis. Hasilnya memengaruhi efesiensi gerakan saat berlari.

Terakhir busa ZoomX yang digunakan menyerap energi setiap kali sepatu mengenai lintasan dan memberi dorongan berupa entakan ekstra. Busa ZoomX  ini pun “diinjek” dengan nitrogen demi efek peningkatan responsif.


Sumber :
https://www.galamedianews.com/sport-1/244675/kontroversi-vaporfly-zoomx-rekor-bertumbangan-world-athletics-siapkan-larangan--sepatu-super--nike.html

4 Sepatu Nike Zoom

4 Sepatu Nike Zoom yang Bisa Bikin Performa Lari Lo Lebih Cepat

08/07/2019

Berlari bukan lagi sekadar olahraga, tapi kegiatan menyehatkan diri udah jadi sebuah gaya hidup buat sebagian orang. Yang paling harus diperhatikan dalam olahraga lari adalah sepatu. Kecepatan adalah fokus dari sepatu latihan (training) dan perlombaan (racing).

Nike adalah salah satu merek sepatu yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan setiap pelari, mulai dari pelari maraton kelas dunia hingga mereka yang sekadar menggunakannya buat berlari santai di akhir pekan. Dengan Nike Zoom Air full-length yang rapi atau bantalan busa Nike ZoomX yang sangat responsif, setiap sepatu dalam Zoom Family menawarkan pengalaman yang berbeda.

Mau tau sepatu Nike Zoom mana yang paling pas buat lo? Cek di bawah ini ya.



Nike Air Zoom Pegasus 36

Sepatu lari Nike terlaris sepanjang masa, kembali dengan bagian atas yang besar: Mesh yang dihadirkan dengan perforasi tambahan meningkatkan breathability di area yang bersuhu panas, seperti bagian kaki depan dan lengkungan sepatu. Kabel Flywire yang terbuka pada bagian tengah sepatu membuat lo tetap aman saat menambah kecepatan berlari. Kerah tumit dan lidah dihadirkan dengan lebih ramping, yang tentunya membuat sepatu menjadi lebih nyaman dan pas dari sebelumnya saat digunakan. Nike Air Zoom Pegasus 36 mempertahankan unit Zoom Air full-length (diperkenalkan pada Nike Air Zoom Pegasus 35) yang terbungkus oleh busa Cushlon pada bagian midsole untuk pergerakan yang mulus, responsif, dan empuk yang dapat lo andalkan setiap hari.



Nike Zoom Pegasus Turbo 2

Dalam pengulangannya yang kedua ini, versi everyday-trainer dari Nike Zoom Vaporfly 4% diperbarui dengan bagian atas yang lebih ringan dan lebih ramping, sebagian besar berkat bahan yang tembus cahaya dan lofted mesh. Ikatan pada bagian tengah mengunci kaki pada alas kaki saat melaju di kecepatan yang tinggi.



Nike Zoom Fly 3

Untuk pertama kalinya, Nike Zoom Fly 3 dibuat untuk perempuan yang memiliki sockliner yang sedikit lebih lembut dengan lengkungan yang lebih tinggi. Kedua versi pembaruan Nike Zoom Fly memiliki bagian atas yang lebih transparan dengan sistem ikatan pita lengkung baru yang dapat memberikan ukuran yang pas. Midsole Nike React yang lembut dan empuk memberikan bantalan yang sangat responsif dan menyediakan plat serat karbon full-length, menghadirkan sensasi tambahan. Offset sepatu dirancang untuk meminimalkan tekanan pada bagian Achilles dan ketinggian tumpukannya menawarkan perlindungan benturan bermil-mil. Hasilnya *dikonfirmasi oleh tes laboratorium – sepatu ini menjadi salah satu sepatu Nike tercepat dan paling efisien.



Nike ZoomX Vaporfly NEXT%

Beberapa atlet berpendapat bahwa Nike ZoomX Vaporfly NEXT% memainkan peran besar dalam memperbaiki sistem yang sudah sangat sukses dengan meningkatkan running economy. Selain itu, konstruksi material baru, yang disebut Vaporweave, di bagian atas dihadirkan dengan lebih ringan dari Nike Flyknit, breathable dan - secara kritis - menyerap lebih sedikit air dari keringat atau hujan, sehingga menjaga sepatu tetap airy/nyaman dan kering selama maraton.

Desainer menambahkan busa Nike ZoomX 15 persen lebih tinggi (mampu memberikan pengembalian energi hingga 85 persen) ke Nike ZoomX Vaporfly NEXT% - tetapi berat sepatu tetap sama dengan versi sebelumnya. Mereka juga mengurangi 3mm dari offset (sekarang 8mm), jadi lo dapat merasakan stabilitas yang lebih baik dan peningkatan konservasi energi sebelum toe-off.

(Masih tertanam di dalam busa adalah plat serat karbon full-length yang melengkung yang meningkatkan kekakuan (stiffness) untuk memberikan sensasi tenaga dorongan). Kemudian, pola traksi baru yang dihadirkan meningkatkan cengkeraman kaki depan sehingga sepatu lebih baik dalam cuaca basah. Selain itu, pada bagian luarnya terdapat tapak berkontur baru dengan lekukan dalam yang memfasilitasi gerakan lebih mulus saat belokan.


Nike Zoom Family di tahun 2019 ini diluncurkan dengan spektrum hijau neon (funfact : warna ini adalah warna yang paling terlihat oleh mata manusia lho). Untuk Nike ZoomX Vaporfly NEXT%, desainer menciptakan versi rona neon khas Nike yang disebut Nike Phantom Glow, karena susunan kimianya menghasilkan efek bersinar yang energik.

Sedangkan, sepatu lainnya menggunakan spektrum warna mulai dari yang lembut hingga berani, memastikan masing-masing warna dapat menonjol. Nike Zoom Series 2019 telah tersedia untuk member NikePlus di toko tertentu pada 13 Juni dan akan tersedia secara global pada 11 Juli.


Sumber :
https://today.line.me/id/pc/article/4+Sepatu+Nike+Zoom+yang+Bisa+Bikin+Performa+Lari+Lo+Lebih+Cepat-2PBKrN

Sepatu Lari Nike Tercepat

Inikah Sepatu Lari Nike Tercepat? 

Kompas.com - 27/04/2019, 18:27 WIB

Nike ZoomX Vaporfly NEXT%

KOMPAS.com - Sneakers Nike Zoom Vaporfly 4 mendapat sejumlah perubahan. Mulai dari menambahkan kata “Next%”, juga siluet dari ujung kaki hingga tumit yang berbeda. Perubahan itu berasal dari masukan yang diberikan oleh para juara dunia lari Nike.

Misalnya saja dari atlet Shalane Flanagan yang merasa kesulitan di maraton Boston karena diberatkan oleh air, sehingga bagian atas sepatu lebih ditingkatkan. Kemudian sol tengah diperbaiki yang merupakan solusi dari Nike Sport Research Lab yang menggabungkan masukan-masukan dari beberapa elit Nike.

Terakhir pola traksi yang didesain ulang setelah permintaan dari Eliud Kipchoge yang memiliki pengalaman mengikuti perlombaan di Berlin dalam cuaca basah. "Sepatu ini benar-benar hasil masukan dari atlet, ilmuwan olahraga, insinyur dan desainer kami yang berkolaborasi di seluruh proses desain, pengujian dan pembuatan,” kata Brett Holts, Nike VP Running Footwear dalam keterangan pers kepada Kompas.com.

"Kami semua sangat bersemangat untuk melihat Next% terus mendorong melebihi batas kinerja manusia pada lomba maraton di seluruh dunia.” Sepatu ini disebut menghasilkan peningkatan running economy sebesar 4 persen dibandingkan sepatu lari maraton Nike sebelumnya, Nike Zoom Streak 6.

Peningkatan pada Next% diibaratkan melihat setiap perlombaan menjadi kesempatan untuk mencapai garis finish lebih cepat. Seperti yang Mo Farah katakan, "Sebagai seorang atlet, kalian pasti akan mencari peningkatan persen berikutnya."

Secara keseluruhan, peningkatan teknis ini membuat Nike ZoomX Vaporfly Next% disebut menjadi sepatu Nike tercepat yang pernah ada.  Fitur anyar  Nike ZoomX Vaporfly NEXT%(NIKE)

Selain pembaruan di atas, sepatu ini memiliki sejumlah pembaruan lain.Vaporweave, misalnya, konstruksi bahan dimulai dari bagian atas, sehingga lebih ringan daripada Nike Flyknit, breathable dan menyerap lebih sedikit air dari keringat maupun air hujan dan membuat tetap sejuk serta kering selama maraton.

Kemudian pada bagian tali dibuat sedikit untuk mengurangi tekanan di sepanjang bagian sensitif kaki. Busa yang tipis di bagian tumit dalam membuat achilles tetap nyaman seiring dengan bertambahnya kilometer yang dilalui. Lalu terdapat lebih banyak busa pada sol bagian tengah Nike ZoomX, yang terbukti secara ilmiah di Nike’s Sport Research Lab dapat meningkatkan pengembalian energi.

Busanya juga didistribusikan kembali, di mana mengurangi offset dari 11mm menjadi 8mm untuk memberikan perasaan yang lebih stabil dan membantu memaksimalkan pengembalian energi pada saat toe-off. Desainer menggabungkan pola kustomisasi Kirui, Kipchoge, dan Farah untuk meningkatkan cengkeraman kaki bagian depan, sehingga sepatu akan berfungsi lebih baik pada cuaca basah.

Terakhir, tapak berkontur dengan lekukan yang dalam di bagian sol luar sepatu membuat gerakan yang lebih halus pada saat belokan. Nah, beberapa hal yang juga ditemui dari sepatu sebelumnya pada seri ini adalah berat yang tetap sama, meskipun ditambah 15 persen busa.


Sumber :
https://lifestyle.kompas.com/read/2019/04/27/182747720/inikah-sepatu-lari-nike-tercepat?page=all.